Teks foto: Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Jasno
Infobenua.com, Samarinda–Banjir yang kerap merendam Jalan Pasundan, Samarinda Ulu, ditangani lewat pembangunan drainase senilai Rp19,06 miliar. Proyek yang bersumber dari APBD Samarinda 2026 itu kini tengah berjalan.
Saluran baru tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengurangi genangan di Jalan Pasundan, tetapi juga diharapkan membantu mengatasi persoalan banjir di Jalan Gunung Merbabu dan kawasan sekitarnya.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Jasno mengatakan penanganan kawasan tersebut perlu menjadi perhatian karena genangan muncul ketika hujan turun, bahkan dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi.
“Kalau hujan sedikit saja, air sudah masuk ke kawasan Rumah Sakit Dirgahayu. Dari Jalan Pasundan itu mulai tenggelam. Maka penting dibangunnya drainase ini,” kata Jasno (31/8/2026).
Drainase yang dibangun memiliki panjang 197,7 meter, lebar 5 meter dan tinggi 2,25 meter. Saluran tersebut akan menjadi jalur utama pembuangan air menuju Sungai Mahakam.
Proyek ini juga dilengkapi pintu air dengan lebar 1,2 meter dan tinggi 3 meter. Keberadaannya ditujukan untuk mengatur aliran air sekaligus mempercepat pembuangan ketika hujan deras.
Pembangunan tersebut melanjutkan penanganan saluran air yang telah dilakukan di kawasan Jalan Pasundan sejak 2023. Saat itu, pemerintah melakukan pelebaran saluran untuk meningkatkan kapasitas aliran air.
Jasno menilai pembangunan pengendalian banjir tetap harus berjalan meski pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran. Menurutnya, penghematan tidak semestinya menyentuh program yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
“Kalau bicara efisiensi, kita lebih mengefisienkan kegiatan yang kurang bermanfaat. Namun, kegiatan untuk masyarakat seperti drainase ini penting. Pembangunan yang menjadi prioritas, apalagi pengendalian banjir, harus tetap berjalan,” tegasnya.
Untuk melanjutkan penanganan banjir di titik lain, Jasno menyarankan Pemkot Samarinda memanfaatkan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Samarinda pada 2026 memperoleh bantuan keuangan sekitar Rp320 miliar dari Pemprov Kaltim. Anggaran tersebut dinilai dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan untuk memperbaiki drainase di kawasan lain.
“Anggaran itu bisa digunakan untuk perbaikan drainase berikutnya, dan memang anggaran Pemkot sebaiknya untuk masyarakat salah satunya pengendalian banjir,” demikian Jasno.
Penulis : Frida | Editor : Eka Mandiri


















Users Today : 1097
Total Users : 1457567
Views Today : 3805
Total views : 6829134