Infobenua.com, Ottawa — Pemerintah Kanada bersiap menghadapi dampak ekonomi yang lebih luas setelah Amerika Serikat memberlakukan tarif baru sebesar 50 persen terhadap ratusan produk asal Kanada. Kebijakan tersebut meningkatkan risiko hilangnya lapangan kerja dan memperburuk biaya hidup, meski mayoritas warga Kanada mendukung keputusan Perdana Menteri Mark Carney untuk menghentikan negosiasi perdagangan dengan Washington.
Tarif baru yang mulai berlaku pada Sabtu mencakup berbagai produk, antara lain furnitur, plastik, kayu lapis, dan peralatan listrik. Pungutan tersebut berpotensi menutup akses pasar Amerika Serikat bagi sejumlah perusahaan Kanada, terutama produsen skala kecil.
Profesor ekonomi Universitas Calgary Trevor Tombe memperkirakan sekitar 90.000 pekerjaan, atau 0,4 persen dari total angkatan kerja Kanada, dapat hilang apabila tarif tersebut terus diberlakukan.
Dampak awal juga terlihat di pasar keuangan. Dolar Kanada melemah tajam terhadap dolar AS ketika perdagangan Asia dibuka pada Senin.
Tarif baru abaikan perjanjian perdagangan
Sejumlah produsen kecil Kanada sebelumnya relatif terlindungi dari putaran pertama tarif Amerika Serikat, termasuk tarif berdasarkan IEEPA. Barang yang memenuhi ketentuan Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) dikecualikan dari sebagian pungutan tersebut.
Namun, tarif baru sebesar 50 persen yang diperintahkan Presiden AS Donald Trump berdasarkan ketentuan Undang-Undang Tarif 1930 tidak lagi memberikan perlakuan serupa. Kebijakan itu mengabaikan ketentuan perjanjian perdagangan yang sebelumnya melindungi sejumlah produk Kanada.
Kondisi tersebut membuat Kanada diperkirakan merasakan tekanan ekonomi dari perselisihan dagang lebih cepat dibandingkan Amerika Serikat.
Pemerintahan Carney telah menjanjikan bantuan keuangan bagi perusahaan yang terdampak. Namun, penyusunan paket dukungan diperkirakan lebih sulit dibandingkan bantuan sebelumnya yang diberikan kepada sektor tertentu, seperti industri baja, yang telah menghadapi tarif AS selama lebih dari setahun.
Matthew Holmes, kepala kebijakan publik Kamar Dagang Kanada, mengatakan dampak tarif terbaru tersebar di berbagai sektor dan wilayah.
“Sangat tersebar, dan khususnya mengenai usaha kecil dan menengah di berbagai bagian negara dan dalam rantai pasokan yang sangat berbeda,” kata Matthew Holmes, kepala kebijakan publik di Kamar Dagang Kanada. “Sangat sulit bagi pemerintah federal khususnya untuk membuat paket dukungan bagi mereka.”
Kanada siapkan tarif balasan
Carney menyatakan Kanada akan merespons kebijakan Washington dengan mengenakan tarif balasan terhadap produk Amerika Serikat senilai US$20 miliar. Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 8 September dan mencakup baja, produk susu, peralatan rumah tangga, elektronik, serta sejumlah barang lainnya.
Carney mengakui perang dagang akan memberikan tekanan terhadap perekonomian Kanada. Namun, ia menegaskan bahwa eskalasi tersebut bukan dimulai oleh Ottawa.
“Anda berada dalam perang ketika Anda diserang. Kami diserang,” kata Carney selama konferensi pers selama 50 menit di Ottawa, kurang dari 12 jam setelah negosiasi secara resmi dihentikan.
Keputusan pemerintah Kanada mendapat dukungan luas dari masyarakat. Jajak pendapat daring Angus Reid Institute yang dilakukan setelah kegagalan negosiasi menunjukkan sekitar tiga dari empat warga Kanada mendukung keputusan Carney menghentikan pembicaraan.
Namun, dampak ekonomi tetap menjadi kekhawatiran. Sebanyak 38 persen responden yang bekerja mengatakan mereka khawatir konflik perdagangan tersebut akan berdampak terhadap pekerjaan mereka. Sementara itu, 89 persen menyatakan khawatir perang tarif akan meningkatkan biaya hidup.
Tekanan sudah dirasakan sejumlah sektor
Sentimen untuk mempertahankan posisi Kanada tetap kuat meskipun beberapa sektor ekonomi sebelumnya telah mengalami tekanan akibat tarif AS.
Industri otomotif dan baja di Ontario, misalnya, telah menghadapi gangguan serta pemutusan hubungan kerja dalam jumlah signifikan setelah Trump memberlakukan tarif sektoral pada tahun sebelumnya.
Holmes mengatakan masyarakat Kanada sejauh ini menunjukkan keinginan untuk mempertahankan sikap pemerintah dalam menghadapi tekanan Washington.
“Kami telah melihat publik Kanada siap merespons, tidak ingin menyerah pada apa yang mereka anggap sebagai intimidasi. Jadi ini akan sedikit menyakitkan sebelum membaik,” kata Holmes.
Negosiasi diperkirakan sulit dilanjutkan
Pemerintah Carney melihat peluang untuk kembali ke meja perundingan sebelum pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada November relatif kecil, menurut sejumlah orang yang mengetahui pembahasan tersebut.
Pemerintah Kanada kini disebut tengah menyiapkan berbagai kebijakan untuk membantu perusahaan yang terkena dampak tarif AS. Tujuannya agar perusahaan dapat bertahan menghadapi tekanan perdagangan, bahkan hingga akhir masa jabatan Trump apabila konflik berlangsung panjang.
Sumber-sumber tersebut berbicara dengan syarat anonim karena membahas pertimbangan pemerintah yang sensitif.
Meski demikian, perkembangan situasi masih sulit diprediksi. Sejumlah pihak mengingatkan bahwa posisi Washington belum sepenuhnya tertutup terhadap kemungkinan dimulainya kembali perundingan perdagangan.
Bagi Kanada, persoalan utamanya kini adalah mempertahankan daya tahan perekonomian sambil menghadapi tekanan tarif AS, tanpa mengorbankan posisi tawar dalam kemungkinan negosiasi berikutnya. (*)


















Users Today : 585
Total Users : 1443405
Views Today : 1963
Total views : 6779772