Teks foto: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)
Infobenua.com.Samarinda —Ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dibentuk di Kalimantan Timur belum seluruhnya bergerak menjalankan usaha. Dari total 1.037 koperasi yang telah berdiri di 10 kabupaten/kota, baru 82 koperasi yang tercatat aktif melakukan kegiatan bisnis.
Angka tersebut menunjukkan sebagian besar koperasi masih berada pada tahap persiapan, meski 234 koperasi disebut telah memiliki gerai yang siap digunakan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kaltim Heni Purwaningsih mengatakan, pemerintah daerah kini mendorong koperasi yang telah terbentuk agar segera mengaktifkan usahanya dan tidak berhenti pada tahap pembentukan kelembagaan.
“Yang sudah siap operasional ada 234, artinya gerainya sudah tersedia. Yang sudah menjalankan usahanya ada 82 koperasi,” kata Heni.
Dari koperasi yang sudah berjalan, mayoritas masih mengandalkan usaha perdagangan kebutuhan pokok. Sebanyak 55 koperasi bergerak melalui gerai sembako, 25 koperasi menjalankan usaha lain, sementara masing-masing satu koperasi bergerak di sektor apotek, klinik, dan simpan pinjam.
Sementara sektor pergudangan yang menjadi salah satu rencana usaha Koperasi Merah Putih belum ada yang beroperasi.
Berdasarkan data Disperindagkop dan UKM Kaltim, tingkat aktivasi Koperasi Merah Putih saat ini baru sekitar 8 persen dari total koperasi yang sudah terbentuk.
Meski jumlah koperasi aktif masih terbatas, pemerintah mencatat aktivitas usaha mulai menghasilkan perputaran ekonomi. Hingga Juli 2026, koperasi yang telah berjalan membukukan aset sekitar Rp11,4 miliar, omzet Rp7,3 miliar, serta laba bersih Rp322 juta.
Selain itu, koperasi aktif telah mengumpulkan 9.431 anggota dengan sektor usaha yang bergerak di bidang pangan, distribusi barang, pertanian, sembako, dan jasa.
Heni mengatakan tantangan utama saat ini adalah memastikan koperasi tidak hanya menjadi lembaga formal, tetapi mampu menciptakan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan potensi masing-masing desa dan kelurahan.
“Kita harapkan koperasi yang sudah terbentuk segera melakukan rapat dan mendiskusikan potensi-potensi yang ada di masing-masing desa maupun kelurahan untuk dikembangkan menjadi usaha produktif,” ujarnya.
Untuk memperkuat aktivitas usaha, Pemprov Kaltim mendorong Koperasi Merah Putih membangun kemitraan dengan sejumlah pihak. Kerja sama diarahkan bersama Perum Bulog untuk distribusi beras SPHP dan Minyakita, Pertamina untuk penyaluran LPG 3 kilogram, serta PT Pupuk Indonesia untuk distribusi pupuk kepada petani anggota koperasi.
Dari sisi sebaran wilayah, Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan jumlah gerai siap operasional terbanyak, yakni 79 gerai. Disusul Paser 39 gerai, Berau 26 gerai, Kutai Timur 24 gerai, Penajam Paser Utara 23 gerai, Samarinda 19 gerai, Kutai Barat 14 gerai, Bontang enam gerai, dan Balikpapan empat gerai.
Mahakam Ulu menjadi satu-satunya daerah yang belum memiliki gerai Koperasi Merah Putih siap operasional.
Sementara terkait penempatan manajer koperasi, Heni menyebut kewenangan masih berada di Kementerian Koperasi. Pemprov Kaltim telah menyelesaikan pembekalan calon manajer, namun masih menunggu surat keputusan penempatan dari pemerintah pusat.
“Kita masih menunggu SK penempatan dari kementerian. Pembekalannya sudah selesai, tetapi penetapan manajer menjadi kewenangan pemerintah pusat,” demikian Heni.
Penulis Frida editor Eka mandiri

















Users Today : 600
Total Users : 1404091
Views Today : 1411
Total views : 6708376