Teks foto: Wali Kota Samarinda Andi Harun
Infobenua.com.Samarinda —Penyelesaian utang Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menjadi fokus utama penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sepanjang 2026.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya proyek pembangunan fisik, pemerintah memastikan seluruh kewajiban kepada para pihak akan diselesaikan secara bertahap tanpa menambah pinjaman baru.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan pelunasan utang dilakukan murni menggunakan penerimaan APBD.
Menurutnya, pemerintah tidak akan mengambil pinjaman dari perbankan maupun lembaga keuangan untuk menutup kewajiban tersebut.
“Kalau utang pasti harus dibayar. Saya tidak akan mengambil utang pinjaman perbankan. Kalau utangnya berasal dari kegiatan APBD, tentu sumber pembayarannya juga murni dari penerimaan APBD,” kata Andi Harun.
Ia mengungkapkan proses pembayaran telah berjalan dan lebih dari 30 persen kewajiban pemerintah daerah sudah diselesaikan.
Setiap penerimaan yang masuk ke kas daerah, kata dia, akan dialokasikan kembali untuk melanjutkan pembayaran utang secara bertahap.
“Cicilannya sudah berlangsung dan sekarang sudah lebih dari 30 persen yang dibayarkan. Begitu penerimaan daerah masuk, kita alokasikan kembali untuk membayar cicilan tersebut,” ujarnya.
Menurut Andi, sejak awal 2026 pemerintah memang memutuskan menjadikan pelunasan utang sebagai prioritas utama.
Kebijakan itu berdampak pada minimnya pelaksanaan pembangunan fisik karena ruang fiskal diarahkan untuk menjaga kesehatan keuangan daerah.
“Di 2026 ini konsentrasi kita membayar utang. Makanya kegiatan pembangunan fisik tidak dominan karena efisiensi anggaran diterapkan saat APBD sedang berjalan,” jelasnya.
Meski demikian, Andi memastikan seluruh kewajiban kepada rekanan maupun pihak yang memiliki piutang terhadap Pemkot Samarinda akan dipenuhi.
Ia meminta seluruh pihak bersabar karena pembayaran dilakukan menyesuaikan kondisi kas daerah.
“Saya yakinkan kepada para pihak yang memiliki piutang terhadap Samarinda, pasti kita bayar. Hanya saja pembayarannya dilakukan bertahap berdasarkan uang yang masuk ke kas daerah,” demikian Andi Harun.
Penulis Frida editor Eka mandiri

















Users Today : 373
Total Users : 1388088
Views Today : 642
Total views : 6673888