Ket foto : Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khaliq.
Infobenua.com Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu motor penggerak perekonomian daerah. Pada 2026, Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim menargetkan pendapatan sektor tersebut mencapai Rp41,6 miliar, meningkat dibanding realisasi tahun sebelumnya yang berada di angka Rp36,84 miliar.
Target tersebut ditopang oleh perkembangan berbagai subsektor ekonomi kreatif yang dinilai semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Mulai dari kuliner, fesyen, kriya, fotografi, film, animasi, desain, aplikasi digital, hingga seni pertunjukan menjadi bagian dari sektor yang terus didorong pertumbuhannya.
Peningkatan peran ekonomi kreatif juga terlihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Timur yang mengalami kenaikan dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor berbasis kreativitas semakin memiliki posisi penting dalam struktur ekonomi daerah.
“Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDRB Kalimantan Timur mengalami peningkatan dari 5,63 persen pada 2024 menjadi 6,19 persen pada 2025,” ujar Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khaliq, Kamis (2/7/2026).
Untuk mengejar target pendapatan tahun ini, Dispar Kaltim menyiapkan sejumlah program penguatan ekosistem ekonomi kreatif. Salah satu fokus utama adalah percepatan transformasi digital melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan talenta digital, serta dukungan terhadap inkubasi usaha rintisan berbasis kreativitas.
Selain itu, pelaku UMKM kreatif juga didorong memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran dan transaksi. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan pemasaran daring, penggunaan sistem pembayaran digital, integrasi layanan logistik, hingga penyediaan katalog produk berbasis digital guna memperluas akses pasar.
Pada sektor desain dan arsitektur, pemerintah daerah berupaya menciptakan ruang inovasi melalui kompetisi, pendampingan usaha, kerja sama dengan perguruan tinggi, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan.
“Kami terus memperkuat berbagai subsektor ekonomi kreatif agar mampu tumbuh lebih cepat dan memiliki daya saing yang lebih tinggi, baik di tingkat regional maupun nasional,” kata Awang.
Dispar Kaltim juga mengoptimalkan peran Temindung Creative Hub sebagai pusat pengembangan karya kreatif. Fasilitas tersebut diarahkan menjadi ruang produksi, inkubasi, dan kolaborasi bagi pelaku industri kreatif yang bergerak di bidang film, animasi, fotografi, televisi, radio, hingga podcast.
Di saat yang sama, pemerintah turut mendorong modernisasi industri pengolahan berbasis ekonomi kreatif, khususnya pada sektor makanan dan minuman. Penguatan infrastruktur digital melalui perluasan jaringan internet di wilayah yang masih terbatas juga menjadi perhatian guna membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.
“Kami juga melakukan pengembangan ekonomi kreatif berbasis lapangan usaha dengan modernisasi industri pengolahan, memperkuat konektivitas internet di daerah, serta mengoptimalkan distribusi produk melalui ritel modern, e-commerce, dan berbagai platform pasar digital,” jelasnya.
Untuk meningkatkan daya saing produk lokal, Dispar Kaltim mendorong pembentukan sentra produksi bersama bagi UMKM di berbagai daerah. Program tersebut dibarengi dengan peningkatan kualitas produk melalui pembenahan kemasan, sertifikasi halal, serta pemenuhan standar kesehatan dan keamanan pangan.
Pemerintah juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), penguatan identitas merek, hingga perluasan akses ke jaringan distribusi modern. Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pun dipandang sebagai peluang strategis untuk memperluas pasar produk ekonomi kreatif asal Kalimantan Timur.
“Termasuk memfasilitasi kepemilikan NIB, penguatan merek, perluasan akses ke rantai pasok, hingga membangun konektivitas pasar dengan kawasan IKN agar produk ekonomi kreatif Kalimantan Timur semakin kompetitif,” pungkas Awang.
Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri



















Users Today : 482
Total Users : 1360476
Views Today : 2469
Total views : 6539181