SURABAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menggelar kegiatan Capacity Building Wartawan Tahun 2026 dengan tema “Meningkatkan Kualitas Pemberitaan Ekonomi Daerah melalui Pendekatan Visual Journalism dan Critical Writing” di Platinum Hotel Tunjungan Surabaya, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi, Deputi Kepala Perwakilan BI Balikpapan Umran Usman, Analis Divisi Perencanaan dan Pengendalian Komunikasi Departemen Komunikasi BI Nanda Rizki Fauziah, Analis Kantor Perwakilan BI Balikpapan Aris Rudiant, serta Kepala Seksi Kehumasan Kantor Perwakilan BI Balikpapan Dias Satria.
Selain itu, hadir pula narasumber Nicha Muslimawati yang membawakan materi “Skill Set Digital untuk Wartawan Ekonomi di Era Digital”, serta Muhammad Fajar Marta dengan materi tentang cara menulis dengan perspektif analisis yang komprehensif dan integratif. Kegiatan tersebut diikuti 29 wartawan dari berbagai media di Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Robi Ariadi menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang telah berpartisipasi dalam lomba tulisan inspiratif Bank Indonesia atau Tinta BI yang digagas Kantor Perwakilan BI Balikpapan beberapa hari yang lalu.
“Terima kasih untuk rekan-rekan media yang sudah submit berbagai tulisan tematik sesuai dengan tupoksi BI Balikpapan. Tugas kami di daerah tentu membutuhkan mitra agar informasi yang akurat mengenai tugas dan fungsi BI dapat tersampaikan kepada masyarakat, karena tidak semua masyarakat memahami apa itu Bank Indonesia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa media merupakan mitra strategis BI dalam menyampaikan informasi kepada publik. Menurutnya, BI masih terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan di kampus maupun institusi pendidikan.
“Selama dua minggu ini saya datang ke Universitas Balikpapan dan STIEPAN. Artinya kami masih membutuhkan ruang untuk menjelaskan kepada masyarakat mengenai tugas dan peran BI. Karena itu kami senang bisa berkumpul dan bersinergi bersama media untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat,” katanya.
Robi juga menjelaskan bahwa pasca lahirnya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK), BI memiliki amanat tambahan selain menjaga stabilitas ekonomi, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Kami punya banyak aktivitas dan tentu membutuhkan kemitraan dengan media. Selain menjaga stabilitas ekonomi, kami juga diperintahkan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Karena itu BI banyak memberikan dukungan kepada UMKM, pesantren, serta tetap menjalankan tugas pengelolaan uang rupiah dan sistem pembayaran Qris,” jelasnya.
Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai pilar penyebaran informasi yang tepat kepada masyarakat sehingga tercipta pemahaman yang baik terhadap kebijakan ekonomi.
“Dua hari ini kita akan banyak sharing dan diskusi bagaimana kita bisa bermitra lebih baik lagi ke depan,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Robi mengajak media untuk ikut membangun optimisme publik di tengah dinamika ekonomi saat ini, khususnya dalam mendukung pembangunan Kalimantan Timur menuju era Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kita punya tanggung jawab moral untuk membawa optimisme, kebersamaan, dan sinergi di Kalimantan Timur. Kalau Kalimantan Timur maju, maka Kalimantan juga akan maju,” tuturnya.
Penulis: Irwanto


















Users Today : 1048
Total Users : 1303208
Views Today : 2776
Total views : 6389518