Teks foto: Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Syahariah Mas’ud
Infobenua.com Samarinda —Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Syahariah Mas’ud, akhirnya buka suara terkait polemik ucapan di grup WhatsApp internal dewan yang diprotes Wakil Ketua Fraksi Gerindra, Akhmed Reza Fachlevi.
Dalam penjelasannya, Syahariah menegaskan bahwa pernyataan yang ia sampaikan dilatarbelakangi kekecewaan terhadap ketidakhadiran sejumlah anggota dewan saat menghadapi aksi massa di DPRD Kaltim, termasuk Reza yang sebelumnya dinilai paling vokal mendorong agenda hak angket.
Syahariah mengungkapkan, dalam rapat sebelumnya telah disepakati jadwal untuk menghadapi aliansi massa yang akan datang ke kantor DPRD. Ia mengaku telah menunggu sejak siang hari sesuai komitmen bersama.
“Pada saat itu kita setujui jadwalnya. Saya menunggu sekitar jam 02.00 karena itu sudah komitmen kita untuk menghadapi aliansi di depan DPR provinsi,” ujarnya.
Namun, saat hari pelaksanaan, ia menyebut hanya Fraksi Golkar yang hadir di lokasi, sementara fraksi lain tidak tampak.
“Kami dari Fraksi Golkar sudah siap di depan untuk melayani dan mendengar aspirasi. Tapi yang sangat saya kecewa, ketika kami sudah siap, tidak ada yang muncul kecuali Golkar,” katanya.
Kondisi itu, lanjut Syahariah, memicu emosinya hingga melontarkan pernyataan bernada keras di grup internal DPRD.
Meski demikian, ia menyampaikan permohonan maaf atas gaya penyampaiannya.
“Saya mohon maaf kalau di grup saya agak sedikit emosi dan keras. Itu karena kekecewaan,” tuturnya.
Ia menegaskan, sebagai lembaga, DPRD seharusnya solid dalam menghadapi masyarakat, terlebih saat ada aksi penyampaian aspirasi.
“Dalam lembaga kita harus bersatu. Kita harus menenangkan masyarakat dan menghadapi apapun tuntutannya bersama-sama,” tegasnya.
Syahariah juga secara terbuka menyinggung peran Reza yang sebelumnya dinilai paling mendorong agenda tersebut, namun tidak terlihat saat aksi berlangsung.
“Saya ingat sekali, yang paling ambisi menyuarakan itu adalah Pak Reza. Tapi ketika kita menghadapi, beliau tidak hadir. Seharusnya bersama-sama di depan,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Syahariah kembali menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan bahwa dirinya bukan pribadi yang kasar, namun situasi saat itu membuatnya bereaksi tegas.
“Saya bukan orang kasar, tapi kalau situasinya seperti ini, saya akan bicara seperti itu,” tutupnya.
Penulis: Frida |Editor: Eka Mandiri


















Users Today : 712
Total Users : 1286246
Views Today : 1960
Total views : 6332640