Infobenua.com.Sangatta — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Timur menegaskan tiga fungsi utama Ruang Bersama Indonesia (RBI) sebagai fondasi dalam penguatan layanan ramah perempuan dan anak di daerah. Penegasan ini disampaikan dalam rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) RBI yang berlangsung pada 10–14 Desember 2025 di Samarinda.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dari lintas sektor diajak memahami peran RBI sebagai wadah pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan. Melalui fungsi pemberdayaan ini, RBI diharapkan mampu mengangkat potensi lokal yang ada di wilayah masing-masing sehingga dapat mendorong peningkatan kemandirian ekonomi keluarga dan komunitas.
“Dari fungsi pemberdayaan, dimana melalui RBI ini dapat mengangkat potensi-potensi lokal yang ada sehingga juga turut memberdayakan warga sekitar khususnya perempuan,” ucap Kepala DP3A, Idham Cholid (11/12/2025).
Fungsi kedua adalah pembinaan, Kepala DP3A , Idham Cholid menjelaskan bahwa melalui RBI diharapkan tercipta ruang bagi perempuan untuk mendapatkan dukungan emosional, dan anak-anak mendapatkan ruang untuk mengembangkan minat dan bakatnya.
“Kemudian ada fungsi pembinaan, yang mana ini nantinya dalam implementasinya ditempat itu perempuan dapat bimbingan yang tepat, peningkatan kapasitas, dan juga ada ruang bagi anak-anak untuk bermain, mengembangkan kreatifikas, minat dan bakatnya,” tambahnya.
Selain dua fungsi tersebut, peserta juga mendapatkan penjelasan terkait fungsi perlindungan. RBI diposisikan sebagai ruang yang mampu menciptakan lingkungan aman, inklusif, dan responsif gender. Fungsi perlindungan ini bersifat kolaboratif yang mana disesuikan dengan kemampuan desa. Melalui kerja sama lintas sektor, RBI dirancang untuk memastikan setiap perempuan dan anak memperoleh perlindungan maksimal dari berbagai bentuk risiko kekerasan maupun kerentanan sosial lainnya.
DP3A Kutim menilai fungsi-fungsi tersebut menjadi kunci utama dalam mewujudkan RBI sebagai pusat layanan yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemahaman yang diberikan melalui Bimtek ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kutim, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan sosial berbasis kolaborasi.

















Users Today : 1774
Total Users : 1454133
Views Today : 11186
Total views : 6812120