Infobenua. Com.SANGATTA — Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur, Idham Cholid memanfaatkan momentum Hari Ibu ke-97 untuk memaparkan capaian dan tantangan sepanjang 2025 dalam perlindungan perempuan. Ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap program layanan, edukasi, dan pendampingan di lapangan, sekaligus menyoroti hambatan yang masih dihadapi, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperluas akses layanan hingga ke wilayah terpencil.
“Kami terus berupaya memastikan perempuan mendapatkan perlindungan yang layak, baik melalui pendampingan kasus kekerasan maupun edukasi pencegahan. Namun, tantangan seperti minimnya kesadaran masyarakat dalam melihat kasus-kasus kekerasan tersebut adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya saat diwawancarai di Sangatta, Senin (8/12/2025).
Ia menambahkan, salah satu hambatan utama yang masih dihadapi DP3A adalah kurangnya sinergitas antar stakeholder. “Dengan adanya sinergitas, kita bisa berkolaborasi untuk menjalankan peran masing-masing, baik saat penanganan hingga paska kasus kekerasan. Ini menjadi fokus penting kami ke depan agar layanan perlindungan lebih efektif,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala DP3A juga memaparkan empat fungsi utama DP3A, yakni pemenuhan hak anak, pengarusutamaan gender, perlindungan perempuan, dan perlindungan anak. Ia menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan selama ini berpedoman pada empat fungsi tersebut sebagai landasan kerja DP3A di daerah.
Sepanjang tahun 2025, DP3A Kutai Timur berhasil merealisasikan sejumlah capaian strategis. Pada Oktober, DP3A mencetuskan pembentukan layanan konseling anak sebagai upaya pencegahan pernikahan usia dini melalui kolaborasi dengan Pengadilan Agama. Kemudian pada November, terbangun komitmen lintas perangkat daerah dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan secara terpadu, sebagai bentuk penguatan sinergi antar instansi terkait.
Selain penanganan kasus, pihaknya juga aktif menjalankan program pemberdayaan ekonomi perempuan. Pelatihan seperti menjahit, keterampilan mengemas produk, hingga teknik pemasaran diselenggarakan berdasarkan aspirasi langsung perempuan di masyarakat. Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha nyata yang mendukung kemandirian finansial.
Melalui berbagai upaya ini, DP3A Kutai Timur berharap perempuan di daerah semakin terlindungi, mandiri, dan berperan aktif dalam pembangunan keluarga maupun masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam menciptakan Kutai Timur yang lebih inklusif dan berkeadilan gender.

















Users Today : 1772
Total Users : 1454131
Views Today : 11166
Total views : 6812100