Infobenua.com.Samarinda – PT Pegadaian Area Samarinda di bawah naungan Kanwil IV Balikpapan semakin mempertegas perannya sebagai sahabat literasi keuangan masyarakat. Sepanjang Agustus 2025, program “Pegadaian Mengajar”digelar serentak di berbagai sekolah dan perguruan tinggi, menjangkau pelajar hingga mahasiswa.
Program ini merupakan upaya nyata perusahaan dalam membangun kesadaran finansial sejak dini sekaligus memperluas akses pengetahuan keuangan hingga ke wilayah terpencil.
Deputy Bisnis Area Samarinda, Andika Dwi Prasetyo, menuturkan bahwa program ini tidak hanya sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari kontribusi jangka panjang Pegadaian dalam membentuk masyarakat yang lebih cerdas secara finansial.
“Kami percaya bahwa edukasi keuangan harus dimulai sejak usia dini. Melalui Pegadaian Mengajar, kami ingin menghadirkan Pegadaian tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai sahabat literasi yang hadir langsung di tengah masyarakat dan dunia pendidikan,” ujar Andika.
Program ini dilaksanakan oleh seluruh cabang Pegadaian di Samarinda, dengan pendekatan yang disesuaikan terhadap sasaran peserta.
Cabang Sempaja menggelar kegiatan di SMKN 1 Samarinda, menyasar siswa-siswi tingkat kejuruan. Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar pengelolaan keuangan, pentingnya menabung, hingga pengenalan produk Tabungan Emas Pegadaian sebagai solusi investasi yang mudah dan terjangkau.
Kedua, Cabang Syariah Pasar Merdeka menyelenggarakan kegiatan di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Fokus kegiatan adalah pada literasi keuangan syariah, manajemen keuangan mahasiswa, serta pemanfaatan produk Pegadaian Syariah yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Sedangkan ketiga yaitu, Cabang Samarinda Seberang memilih SMA Negeri 6 Samarinda sebagai lokasi kegiatan. Para pelajar diberikan pembekalan literasi keuangan dasar sekaligus diajak membangun kebiasaan menabung sejak usia muda.
Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta maupun pihak sekolah dan kampus. Banyak siswa dan mahasiswa yang mengajukan pertanyaan langsung kepada pemateri, menunjukkan ketertarikan mereka terhadap pengelolaan keuangan di era digital saat ini.
Andika menambahkan, program ini akan terus diperluas jangkauannya agar semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, memiliki bekal finansial yang cukup untuk menghadapi masa depan.
Menurutnya, literasi keuangan bukan hanya soal mengenal produk keuangan, tetapi juga tentang membentuk pola pikir dan kebiasaan sehat dalam mengelola uang.
“Inilah yang ingin kami tanamkan melalui Pegadaian Mengajar. Generasi muda harus siap menghadapi tantangan ekonomi dengan pengetahuan dan keterampilan finansial yang kuat,” tambahnya.
Sejalan dengan gerakan literasi keuangan nasional, Pegadaian juga berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Dengan semangat inklusif, Pegadaian tidak hanya hadir di perkotaan, tetapi juga menargetkan daerah-daerah yang lebih terpencil agar tidak ada kesenjangan akses informasi keuangan.
Selain investasi, Pegadaian menyediakan produk pembiayaan beragam, mulai dari Pembiayaan Haji dan Umrah, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah. Sejak 2021, Pegadaian tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM, memperkuat komitmen untuk mendukung UMKM naik kelas.
Produk dan layanan Pegadaian kini bisa diakses lebih mudah, baik melalui outlet konvensional maupun secara digital lewat aplikasi Pegadaian Digital yang tersedia di AppStore dan PlayStore.
Dengan berbagai inovasi dan program sosial, Pegadaian berupaya menghadirkan layanan keuangan inklusif sekaligus menciptakan dampak positif bagi masyarakat luas.(Frida!red)



















Users Today : 1192
Total Users : 1367430
Views Today : 5008
Total views : 6612651