InfoBenua.Com.SAMARINDA-wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Samsun menyoroti terkait kebutuhan bahan pokok pangan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) yang masih dipasok dari luar daerah.
Padahal jika melihat kondisi lahan yang sangat luas dan subur, Kaltim dinilai akan menjadi daerah yang berpotensi untuk swasembada pangan.
Samsun pun menyebut apabila tanah di Kaltim dikelola dengan baik maka akan mampu memenuhi kebutuhan pangan di provinsi Kalimantan Timur.
“Inikan masalah mati hidupnya sebuah bangsa, ini bukan masalah yang harus di sepelekan, tapi betul-betul menjadi permasalahan yang krusial dan fundamental ,” ungkap Samsun (19/10/2023)
Legislator PDIP itu juga mengatakan ada dua hal yang menjadi ketakutan beberapa negara di dunia hari ini, yakni krisis pangan dan krisis energi.
“Maka dari itu, seharusnya Indonesia tidak bisa lagi mengalami ketergantungan pada impor bahan pangan dari luar negeri,” imbuhnya.
Menurut Samsun, saat ini Krisis pangan sudah hampir di rasakan beberapa negara di dunia, bahkan menurutnya, ada yang sudah membatasi impor pangan ke Indonesia termasuk ke Kaltim.
“Tentunya beberapa negara sebagai sumber pangan selama ini pasti mengutamakan kepentingan dalam negerinya sendiri,” bebernya
Disinggung terkait ketahanan pangan, hal itu disebutkan sejalan dengan misi PDI-P yaitu Indonesia harus swasembada pangan. Seperti program food estate yang dilakukan di Kaltim sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan swasembada pangan.
“Food estate itu bukan hanya menanam padi, tapi juga tanaman pokok pengganti nasi, seperti talas, singkong, dan lain-lain. Ini dilakukan secara sistematis dan menyeluruh,” tutupnya.
Penulis Frida l editor eka mandiri



















Users Today : 608
Total Users : 1269258
Views Today : 1696
Total views : 6284895