InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

UE Percepat Pinjaman €90 Miliar untuk Ukraina di Tengah Serangan Rusia

by Hery Kuswoyo
Rabu, 26 Agustus 2026, 21:18
in Internasional
Bagikan

Infobenua.com, Brussel — Uni Eropa mempercepat penyaluran dukungan finansial bagi Ukraina dengan mencairkan tambahan €6,1 miliar atau sekitar Rp120 triliun dari paket pinjaman senilai €90 miliar, di tengah meningkatnya serangan Rusia dan kekhawatiran Kyiv terhadap menipisnya persediaan rudal pertahanan udara.

Dukungan tersebut menjadi salah satu agenda utama pertemuan sekitar 30 negara yang tergabung dalam Coalition of the Willing di Kyiv pada Hari Kemerdekaan Ukraina. Para sekutu membahas penguatan pertahanan udara serta perlindungan terhadap infrastruktur energi Ukraina menjelang musim dingin.

Presiden Dewan Eropa Antonio Costa mengatakan Uni Eropa akan mempertahankan dukungannya kepada Ukraina selama konflik berlangsung.

“Kami akan terus mendukung Ukraina selama diperlukan dan memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina setelah perang mengerikan ini berakhir, agar hal serupa tidak pernah terjadi lagi,” kata Costa dalam unggahan di X setelah melakukan kunjungan ke Kyiv pada Senin (24/8).

Pertemuan tersebut dipimpin bersama oleh Prancis dan Jerman, yang para pemimpinnya berpartisipasi secara daring, serta Perdana Menteri Inggris Andy Burnham. Kunjungan itu menjadi perjalanan luar negeri pertama Burnham sejak menduduki jabatannya.

“Terlepas dari ancaman keterlaluan Rusia terhadap negara saya, kami akan terus mendukung pertahanan Ukraina,” kata Burnham.

Ia menegaskan bahwa Ukraina tidak seharusnya dipaksa menyerahkan wilayah yang gagal direbut Rusia melalui operasi militernya.

“Ukraina tidak akan pernah menyerahkan wilayah yang tidak dapat dimenangkan Rusia di medan perang, dan negosiasi harus dimulai dari garis kontak,” ujar Burnham kepada para sekutu.

UE Cairkan Tambahan Dana Pertahanan

Tambahan €6,1 miliar yang dicairkan Uni Eropa merupakan bagian dari paket pinjaman €90 miliar untuk Ukraina. Dari total tersebut, sekitar €60 miliar dialokasikan untuk kebutuhan militer.

Dana terbaru diprioritaskan untuk memperkuat kemampuan pertahanan udara Ukraina, yang semakin tertekan akibat intensitas serangan Rusia.

Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa Moskow kemungkinan berupaya meningkatkan tekanan terhadap negara-negara Eropa untuk mengurangi dukungan mereka kepada Kyiv.

“Rusia akan mencoba melakukan eskalasi terhadap negara-negara Eropa untuk mencegah mereka membantu Ukraina,” kata Macron. “Jelas bahwa negara-negara NATO akan menjadi sasaran dan provokasi akan meningkat.”

Sementara para sekutu membahas penguatan pertahanan Ukraina, Kyiv terus melakukan serangan terhadap sasaran ekonomi dan logistik di wilayah Rusia.

Ozon, perusahaan ritel daring Rusia, melaporkan kebakaran di dua gudangnya di Rusia bagian selatan pada Senin. Dua fasilitas lainnya dievakuasi setelah muncul ancaman serangan drone. Laporan lain menyebutkan empat fasilitas perusahaan tersebut kemungkinan menjadi sasaran.

Ukraina juga mengklaim menyerang fasilitas industri pertahanan Rusia. Staf Umum Ukraina mengatakan pasukannya menghantam perusahaan pertahanan milik negara Kamenetsky Combine di wilayah Rostov dan memicu kebakaran. Menurut Kyiv, fasilitas tersebut memproduksi bahan bakar untuk roket dan rudal.

Rusia menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan 351 drone Ukraina dalam satu malam di delapan wilayah Rusia, Krimea, serta kawasan Laut Azov dan Laut Hitam.

Kementerian Pertahanan Rusia juga mengklaim telah menyerang pelabuhan dan kapal Ukraina yang membawa kargo militer.

Di Krasnodar, pejabat Rusia melaporkan tiga remaja tewas dan sejumlah anak terluka akibat serangan Ukraina. Ozon juga mengatakan kebakaran besar terjadi di fasilitas logistiknya di kawasan pinggiran kota tersebut.

Presiden Finlandia Alexander Stubb menyebut serangan terhadap sasaran ekonomi Rusia, termasuk Wildberries yang merupakan perusahaan ritel daring terbesar di negara itu, sebagai “strategi militer yang masuk akal”. Menurutnya, tekanan tersebut dapat mendorong Rusia menuju perundingan perdamaian.

Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Kyiv telah “membuka kotak Pandora” dengan memperluas serangan terhadap perekonomian Rusia. Putin mengisyaratkan kemungkinan eskalasi lebih lanjut, termasuk terhadap sektor pertanian Ukraina.

Kremlin juga mengancam akan menyerang fasilitas Ukraina yang memproduksi rudal Storm Shadow/SCALP. Ancaman tersebut muncul setelah Inggris mengizinkan perusahaan pertahanan MBDA memberikan informasi rahasia untuk mendukung produksi rudal tersebut di Ukraina melalui kerja sama dengan Prancis.

Persediaan Patriot Ukraina Menipis

Di tengah meningkatnya serangan, Ukraina menghadapi persoalan serius terkait kemampuan mempertahankan wilayah udaranya. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Kyiv berupaya meningkatkan produksi drone dan rudal agar dapat memperluas serangan terhadap sasaran Rusia sebagai respons atas serangan Moskow.

“Untuk itu, kami membutuhkan lebih banyak uang, jauh lebih banyak,” kata Zelensky dalam pertemuan dengan para pemimpin negara sekutu. Namun, pertahanan udara Ukraina menghadapi keterbatasan persenjataan, terutama rudal pencegat untuk sistem Patriot buatan Amerika Serikat.

Zelensky mengatakan jumlah rudal Patriot yang diterima Ukraina mengalami penurunan signifikan dibandingkan 2023. Ukraina memperoleh 675 rudal sepanjang 2023, tetapi jumlahnya turun menjadi 364 pada 2025.

“Untuk 2026, berdasarkan proyeksi saat ini, jumlahnya 264,” kata Zelensky.

Menurut dia, Ukraina membutuhkan sedikitnya 300 rudal pencegat untuk menghadapi musim dingin mendatang.

Kebutuhan tersebut menjadi semakin mendesak karena rudal balistik Rusia merupakan salah satu jenis senjata yang paling sulit dicegat. Sistem Patriot menjadi salah satu andalan utama Ukraina untuk menghadapi ancaman tersebut.

Persediaan rudal pencegat juga disebut tertekan setelah Amerika Serikat dan Israel terlibat dalam perang dengan Iran pada Februari, yang turut memengaruhi distribusi pasokan pertahanan udara.

Negara-negara pemasok senjata kini harus membagi persediaan antara kebutuhan Ukraina dan kebutuhan pertahanan mereka sendiri. Kapasitas industri pertahanan untuk meningkatkan produksi dalam waktu singkat juga menjadi faktor pembatas.

Korban Sipil Meningkat

Serangan Rusia terhadap Ukraina terus menimbulkan korban di kalangan warga sipil. Layanan darurat Ukraina melaporkan 18 orang, termasuk dua anak, terluka akibat serangan drone Rusia di Chernihiv. Di Odesa, serangan rudal dan drone dalam skala besar menyasar fasilitas penyimpanan makanan serta infrastruktur energi.

Serangan Rusia terhadap sebuah pusat perbelanjaan di Ukraina bagian tengah pada Jumat sebelumnya dilaporkan menewaskan 16 orang dan melukai 130 lainnya, menurut pejabat Ukraina.

AFP melaporkan peningkatan serangan Rusia telah mendorong angka kematian warga sipil ke tingkat tertinggi sejak fase awal invasi pada 2022.

Baik Rusia maupun Ukraina terus melaporkan serangan terhadap sasaran militer dan sipil di wilayah masing-masing. Namun, laporan dari kedua pihak tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Dengan persediaan rudal pertahanan udara yang semakin terbatas dan musim dingin yang semakin dekat, kemampuan Ukraina mempertahankan kota serta infrastruktur energinya menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan dampak serangan Rusia pada bulan-bulan mendatang.(*)

Views Count: 1

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1541778
Users Today : 1585
Total Users : 1541778
Views Today : 2672
Total views : 7005817
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com