InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Udang Windu Dominasi Ekspor Perikanan Kaltim, Nilainya Tembus Rp173,3 Miliar

by Hery Kuswoyo
Kamis, 29 Oktober 2026, 20:42
in Kaltim
Bagikan

Infobenua.com, Samarinda — Udang windu menjadi salah satu komoditas andalan ekspor perikanan Kalimantan Timur dengan volume pengiriman mencapai 769,9 ton dan nilai Rp173,3 miliar. Capaian tersebut memperlihatkan potensi sektor kelautan dan perikanan daerah dalam mendukung perekonomian sekaligus pengembangan ekonomi biru.

Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Perikanan, Budidaya, dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur, Heliana, mengatakan kinerja ekspor perikanan Kaltim menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2026.

Pada triwulan I 2026, ekspor perikanan Kaltim tercatat sebanyak 670,3 ton. Sementara itu, pengiriman udang selama Januari hingga Juli mencapai 1.385,88 ton dengan nilai Rp274,74 miliar. Pada September 2026, ekspor perikanan secara keseluruhan tercatat sebesar 360,32 ton dengan nilai Rp65,39 miliar.

“Berdasarkan data yang disampaikan, udang windu menyumbang sekitar 77 persen dari nilai ekspor yang dihitung dalam kategori tersebut,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam pembahasan ketahanan sektor perikanan Kaltim di tengah El Niño, belum lama ini.

Produk perikanan dari Kalimantan Timur telah dipasarkan ke sekitar 12 negara. Jepang, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Malaysia menjadi sejumlah pasar utama yang relatif stabil. Tujuan ekspor lainnya mencakup Taiwan, Singapura, Vietnam, Hong Kong, Inggris, Korea Selatan, dan Arab Saudi.

Kelancaran distribusi menuju pasar internasional turut didukung konektivitas logistik. Salah satu fasilitas yang dimanfaatkan adalah penerbangan kargo langsung dari Balikpapan menuju Wenzhou, Tiongkok, dengan frekuensi dua kali dalam sepekan.

Selain udang windu, Kaltim juga memiliki peluang pengembangan komoditas perikanan lain, termasuk ikan kerapu yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Berau. Diversifikasi komoditas tersebut menjadi salah satu potensi untuk memperluas kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah.

Pengembangan sektor ini juga didukung program Kampung Nelayan yang merupakan bagian dari program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Di Kalimantan Timur, tiga lokasi yang disebut telah masuk dalam program tersebut adalah Loa Kulu di Kabupaten Kutai Kartanegara, Sepatin di Kabupaten Paser, serta Maratua di Kabupaten Berau.

Heliana menegaskan, Pemprov Kaltim berupaya memperkuat sektor kelautan dan perikanan melalui kolaborasi dengan pelaku usaha, akademisi, kelompok pembudidaya ikan, dan nelayan tangkap. Sinergi tersebut diperlukan untuk meningkatkan pembinaan, memperkuat daya saing produk, serta menampung kebutuhan dan aspirasi pelaku usaha di lapangan.

“Melalui kolaborasi dan sinergi yang dibangun bersama, kami berharap dapat menumbuhkan sistem ekonomi baru, yaitu ekonomi biru, yang memiliki potensi besar di Kalimantan Timur melalui pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan,” tutupnya.

Penguatan pasar ekspor, konektivitas logistik, diversifikasi komoditas, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas manfaat sektor kelautan dan perikanan bagi perekonomian Kalimantan Timur. (*)

Views Count: 4

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1582336
Users Today : 2149
Total Users : 1582336
Views Today : 3062
Total views : 7087436
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com