Teks foto: Anggota Komisi III DPRD Samarinda Andriansyah
Infobenua.com.Samarinda —Sampah berceceran di ruas jalan saat proses pengangkutan menjadi persoalan yang masih terjadi di Samarinda. Kondisi itu disebabkan karena armada pengangkut sampah yang belum sepenuhnya diperbarui, sementara sebagian truk masih mengandalkan penutup jaring yang tidak mampu menahan sampah ringan seperti plastik saat kendaraan melaju.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda Andriansyah mengatakan, persoalan tersebut perlu dibenahi agar aktivitas pengangkutan sampah tidak menimbulkan gangguan bagi pengguna jalan maupun lingkungan sekitar.
Menurutnya, beberapa armada pengangkut sampah juga membutuhkan peremajaan karena usia kendaraan yang sudah cukup lama. Kondisi kendaraan yang kurang prima berpotensi menyebabkan kebocoran hingga keluarnya air lindi yang dapat mengganggu masyarakat.
“Kalau ada truk-truk yang bocor, kadang sopir juga tidak sempat memperhatikan secara detail. Tapi yang ada pasti kita ingatkan agar diperiksa dulu sebelum beroperasional,” kata Andriansyah (30/7/2027).
Ia menjelaskan, pengadaan armada baru sebenarnya sudah menjadi kebutuhan. Namun, kondisi keuangan daerah saat ini membuat pemerintah harus melakukan pengaturan anggaran secara bertahap.
“Dengan adanya potongan TKD itu bukan alasan klasik, tapi memang fakta bahwa anggaran harus kita atur dan dibagi. Kita akan maksimalkan unit-unit yang ada dulu,” ujarnya.
Andriansyah menyebut, usulan pengadaan truk sampah baru sudah masuk dalam pembahasan anggaran 2027.
Namun ia menegaskan realisasinya masih bergantung pada kemampuan fiskal Pemerintah Kota Samarinda.
Menurutnya, armada yang usianya sudah di atas lima tahun idealnya mulai diganti agar pelayanan persampahan lebih maksimal.
“Kalau unit-unit sudah di atas lima tahun, harapan kita bisa diganti dengan yang baru,” jelasnya.
Selain pembenahan armada, ia juga meminta masyarakat ikut berperan mengurangi persoalan sampah dengan mulai memilah sampah dari rumah.
Sampah organik, kata dia, dapat dimanfaatkan menjadi pupuk, sementara sampah plastik bisa dipisahkan untuk memudahkan pengelolaan.
“Mulailah dari rumah. Pisahkan sampah plastik dan organik. Kalau organik bisa dibuat pupuk, itu juga bisa dimanfaatkan,” demikian Andriansyah.
Penulis Frida editor Eka mandiri


















Users Today : 1905
Total Users : 1441069
Views Today : 3320
Total views : 6774139