InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

TLDN Pastikan Karhutla Tak Ganggu Operasional dan Target Produksi Sawit 2026

by Hery Kuswoyo
Kamis, 15 Oktober 2026, 21:19
in Kaltim
Ilustrasi

Ilustrasi

Bagikan

Infobenua.com, Samarinda — PT Teladan Prima Agro Tbk. (TLDN) menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak mengganggu kegiatan operasional, target produksi 2026, maupun kinerja keuangan perusahaan. Emiten perkebunan kelapa sawit milik pengusaha Theodore Permadi Rachmat tersebut juga memastikan seluruh kebun tetap beroperasi tanpa penghentian kegiatan yang tidak direncanakan.

Direktur Utama TLDN, Wishnu Wardhana, dalam keterangan yang diterbitkan Kamis (15/10/2026), menyebutkan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan gangguan operasional di seluruh perkebunan perusahaan.

“Sampai saat ini karhutla tidak berdampak kepada kegiatan operasional dan target produksi Perseroan tahun 2026. Begitu pula terhadap pendapatan, laba, dan nilai aset Perseroan,” ujar sang Dirut.

Seluruh kegiatan operasional TLDN berada di Kalimantan Timur dan dijalankan melalui anak usaha yang beroperasi di empat kabupaten, yakni Berau, Kutai Timur, Paser, dan Kutai Kartanegara. Keempat wilayah tersebut menyumbang 100 persen produksi dan pendapatan perusahaan.

Untuk mengantisipasi risiko kebakaran, perusahaan menerapkan Kebakaran Sawit Lestari (KSL) dan standar operasional prosedur (SOP) pengendalian kebakaran lahan perkebunan. TLDN juga menyatakan berkomitmen menjalankan praktik tanpa pembakaran atau Zero Burning Practices.

Selain itu, perusahaan memberlakukan larangan pengembangan perkebunan di kawasan Hutan Stok Karbon Tinggi (High Carbon Stock) dan lahan gambut sebagai bagian dari upaya pengelolaan lingkungan.

Pemantauan potensi kebakaran dilakukan melalui sistem deteksi dini berbasis satelit yang beroperasi mendekati waktu nyata (near real-time). Sistem tersebut memanfaatkan data dari satelit Terra-Aqua, Suomi NPP, NOAA-20, dan NOAA-21, yang kemudian dihubungkan dengan tim verifikasi di lapangan untuk menindaklanjuti indikasi titik panas.

Dari sisi kesiapsiagaan, TLDN menyebut sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran telah disesuaikan dengan ketentuan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 5 Tahun 2018 juncto Nomor 6 Tahun 2025.

Wishnu juga memastikan perusahaan tidak sedang menghadapi proses hukum maupun sanksi administratif terkait karhutla. Menurut keterangan perseroan, tidak terdapat penyegelan lahan, penyelidikan, gugatan, ataupun pencabutan izin yang berkaitan dengan persoalan tersebut.

Dengan kondisi operasional yang disebut tetap berjalan normal dan penerapan langkah mitigasi kebakaran, TLDN menyatakan kegiatan perkebunan serta pencapaian target produksi tahun 2026 tetap berlangsung sesuai rencana. (*)

Views Count: 1

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1537094
Users Today : 1473
Total Users : 1537094
Views Today : 4497
Total views : 6997031
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com