INFOBENUA, SAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) siap menanam porang yang miliki manfaat sangat banyak. Pada agenda pertama DPRD Provinsi telah bertemu dengan petani porang.
Disampaikan oleh Nidya Listiyono Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kaltim. Menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan dari Perkumpulan Petani Porang Nasional (P3N), perwakilan dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).
“Untuk melakukan komunikasi dan sinergitas kepada Dinas terkait. Untuk melakukan perkebunan porang,” ujarnya kepada awak media, Selasa (9/3/2021).
Dalam hal ini tentunya harus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian tanaman pangan, karena disana akan membahas, terkait mekanisme. Seperti bagaimana penanaman, masa panen, harga beli bibit berapa, penjualannya nanti kemana, dan apakah di Kaltim memiliki lahan yang sangat luas untuk bisa dimanfaatkan.
“Semua itu masih menunggu rencana kerja yang ada di dinas terkait, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Mudahan kedepan bisa masuk disana, kemudian para petani porang itu bisa secara hilirisasinya berharap. Karena mereka jelas hargaya dan bisa stabil, kemudian bisa langsun dikirim keluar negeri dan sebagainya,” ucapnya
Kemudian Tio mengatakan bahwa majunya teknologi saat ini, lebih mempermudah masa tanam porang itu sendiri, dari awalnya antara setahun sampai dua tahun, ternyata bisa dibuat menjadi tujuh sampai delapan bulan saja.
“Meski begitu, hari ini berbicara soal porang kekhawatirannya bahwa ini hanya booming sementara saja, namun tidak bertahan lama,” bebernya
Tapi saya liat multi produk yang dihasilkan porang ini memang luar biasa sekali, bahkan di informasikan sampai kebidang militer juga menggunakan bahan campuran porang ini, untuk lem peswat sukoi.
“Tentunya manfaat dari porang ini sangat luar biasa, dan menjadi suatu pengetahuan baru untuk kita,” tuturnya
Lebih lanjut Politisi Partai Golkar itu juga menjelaskan soal konektifkan dengan dinas pertanian, dinas perkebunan dan dinas kehutanan, dalam menanam porang ini. Karena ketiga dinas ini, memiliki kesinambunganya.
“Misalnya saja dinas kehutanan yang punya lahan, nanti malalui DPRD Privinsi Kaltim kita coba sambungkan semua dinas terkait kamudian masyarakat bisa meningkatkan taraf hidup petani porang, kedua juga secara ekonomi makro Kaltim tidak bergantung lagi kepada yg namanya lahan batu bara. Sehingga kita memiliki farian lain yang bisa dibudidayakan selain sawit dan batu bara,” tutupnya
Wartawan: DC



















Users Today : 622
Total Users : 1267965
Views Today : 1600
Total views : 6280609