Infobenua.com-Samarinda: Di tengah pesona alam Kalimantan Timur, tepatnya di kawasan Waduk Panji Sukarame, terdapat sebuah tempat yang tak hanya memikat pengunjung dengan koleksi kayu, namun juga dengan makna yang terkandung dalam setiap jejak sejarah yang dipamerkan.
Museum Kayu Tuah Himba, yang dibangun pada dekade 1990-an, merupakan sebuah contoh perpaduan harmonis antara tradisi lokal dan kekayaan alam Indonesia.
Museum ini bukan sekadar bangunan biasa. Berbentuk rumah panggung yang merupakan simbol khas arsitektur Kalimantan, museum ini menggambarkan kedekatan masyarakat Dayak dengan alam sekitarnya, terutama hutan yang kaya akan berbagai jenis kayu.
Setiap sudut museum memancarkan keindahan alam yang disajikan lewat berbagai koleksi kayu dari berbagai penjuru dunia. Namun, keunikan sesungguhnya terletak pada makna di balik keberadaan museum ini.
Nama “Tuah Himba” sendiri bukan tanpa arti. Diambil dari semboyan Kota Tenggarong, “Tuah Himba Untung Langgong,” yang bermakna bahwa jika hutan dan alam dijaga dengan baik, maka manfaat yang diperoleh dari alam akan terus berlanjut dan langgeng.
Filosofi ini tidak hanya tercermin dalam nama museum, namun juga dalam tujuan pembangunan museum itu sendiri, yang berusaha mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan dan kekayaan alam Indonesia.
Bagi mereka yang datang, mengunjungi Museum Kayu Tuah Himba bukan sekadar soal melihat koleksi kayu, melainkan juga memahami bagaimana kayu dan hutan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kalimantan.
Museum Kayu Tuah Himba menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar wisata. Ia mengajak setiap pengunjung untuk berpikir dan merenung tentang pentingnya menjaga kelestarian alam demi masa depan yang lebih baik. Dengan segala keindahannya, museum ini juga menjadi saksi bisu perjalanan panjang budaya dan kehidupan masyarakat Kalimantan yang erat kaitannya dengan alam dan hutan tropis.(ADV/Dispar/Fr).



















Users Today : 262
Total Users : 1295163
Views Today : 665
Total views : 6364103