Teks foto: Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda Celni Pita Sari
Infobenua.com, Samarinda–Pembaruan fasilitas kesehatan di Samarinda diminta tidak berhenti pada pembangunan gedung dan penambahan peralatan. DPRD Samarinda meminta peningkatan fasilitas tersebut diikuti dengan pelayanan dan kemampuan tenaga kesehatan yang lebih baik.
Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda Celni Pita Sari mengatakan hal itu menyusul peresmian empat puskesmas, yakni Makroman, Harapan Baru, Bentuas dan Sungai Kapih.
Menurutnya, fasilitas yang semakin baik harus memberi dampak langsung terhadap kualitas layanan yang diterima masyarakat.
“Kita bersyukur bahwa di era efisiensi ini kita masih bisa mewujudkan fasilitas untuk masyarakat yang kualitasnya jauh lebih baik dari beberapa provinsi lainnya,” ujar Celni, Senin (31/8/2026).
Ia berharap pembenahan fasilitas tersebut tidak hanya terlihat dari kondisi bangunan, tetapi juga dirasakan masyarakat saat mendapatkan pelayanan.
“Saya berharap fasilitasnya sudah ditunjang dengan baik, semoga pelayanannya juga bisa jauh lebih baik,” katanya.
Selain puskesmas, DPRD bersama Pemkot Samarinda juga tengah menyiapkan pengembangan layanan di RSUD I.A. Moeis. Salah satu yang direncanakan adalah menghadirkan layanan bayi tabung di Samarinda.
Celni mengatakan rencana tersebut masih dibahas, terutama menyangkut kebutuhan peralatan, aspek teknis serta anggaran. Jika seluruh persiapan memungkinkan, layanan tersebut diharapkan masuk dalam perencanaan anggaran 2027.
“Kalau bisa segera direalisasi mungkin di anggaran 2027. Mumpung lagi masa perencanaan,” ujarnya.
Menurut Celni, layanan bayi tabung di Samarinda akan mengurangi beban masyarakat yang selama ini harus menjalani proses tersebut ke luar daerah.
“Warga Samarinda khususnya tidak perlu jauh-jauh lagi untuk melakukan proses bayi tabung di luar daerah. Jadi bisa di sini. Itu juga bisa menghemat ongkos,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti menilai pengembangan RSUD I.A. Moeis mulai memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak.
Ia mengapresiasi keberadaan fasilitas khusus ibu dan anak serta ruangan bagi pasien Thalassemia. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sekitar 74 pasien Thalassemia mendapat pelayanan di rumah sakit tersebut dan kebutuhan darah juga telah tersedia.
“Ini merupakan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan untuk warga Kota Samarinda,” ujar Sri Puji.
Kemampuan RSUD I.A. Moeis dalam menangani bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) juga dinilai mengalami perkembangan. Sri Puji menyebut rumah sakit kini mampu menangani bayi dengan usia kehamilan di bawah 27 minggu dan berat sekitar 700 gram.
Namun, peningkatan fasilitas tetap harus dibarengi dengan penguatan tenaga kesehatan. Ia meminta kompetensi sumber daya manusia terus ditingkatkan agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Selain alat-alatnya sudah bagus, gedung-gedungnya bagus, tentu SDM-nya juga harus di-upgrade lagi,” pungkasnya.
Penulis : Frida | Editor : Eka Mandiri


















Users Today : 1049
Total Users : 1457519
Views Today : 3630
Total views : 6828959