InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

STIPER Kutim Siapkan Program D1 Perkebunan Sawit Bersama INSTIPER Yogyakarta

by Eka Mandiri
Jumat, 9 Oktober 2026, 20:23
in Advertorial, Diskominfo Kutim, Kutim
Bagikan

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman

Infobenua.com.KUTIM – Kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutim merencanakan pembukaan pendidikan vokasi Diploma Satu (D1) dengan masa studi satu tahun melalui kolaborasi bersama Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyebutkan kerja sama kedua perguruan tinggi itu ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Program tersebut disiapkan untuk memberikan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi putra-putri daerah agar dapat berkarier di sektor perkebunan.

“Insyaallah tahun depan STIPER dan INSTIPER Jogja sudah melakukan kerja sama,” kata Ardiansyah, Jumat (9/10/2026).

Ia mengungkapkan, sejumlah posisi tertentu di perusahaan perkebunan kelapa sawit selama ini masih banyak diisi tenaga kerja yang berasal dari perguruan tinggi lain. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya memperkuat pendidikan berbasis keterampilan di Kutim agar masyarakat setempat memiliki kemampuan yang dibutuhkan industri.

“Kita ingin anak-anak muda Kutai Timur memiliki kompetensi, memiliki kesempatan, dan memiliki masa depan di daerahnya sendiri,” ujarnya.

Selain menyiapkan kompetensi lulusan, pemerintah daerah juga memperhatikan akses masyarakat dari luar Sangatta untuk menempuh pendidikan. Salah satu fasilitas yang telah tersedia ialah asrama di sekitar kampus STIPER Kutim, yang dibangun dari sumbangan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa yang membutuhkan tempat tinggal selama menjalani pendidikan.

Ardiansyah menegaskan, pengembangan sumber daya manusia perlu berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Peningkatan keterampilan menjadi bagian penting agar masyarakat lokal memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja di sektor perkebunan.

“Keterampilan tenaga kerja harus terus ditingkatkan agar masyarakat Kutai Timur tidak hanya menjadi penonton dari pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pembangunan Kutim pada 2026–2027 turut diarahkan pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penguatan pertumbuhan ekonomi, serta penurunan angka kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan. Sasaran tersebut berkaitan dengan upaya memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi harus menciptakan lapangan kerja. Lapangan kerja harus meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Ardiansyah, capaian pembangunan tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi semata. Peningkatan pendapatan warga dan kualitas hidup masyarakat juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

“Karena itu, penyediaan lapangan kerja, pemerataan pembangunan, serta pengurangan kemiskinan perlu berjalan beriringan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kutim,” tandasnya.(adv/kutim)

Penulis : Faradita | Editor: redaksi

Views Count: 0

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1535750
Users Today : 129
Total Users : 1535750
Views Today : 278
Total views : 6992812
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com