Infobenua.com Samarinda – Menjelang bulan suci Ramadhan, fenomena kelangkaan bahan-bahan pokok memang bukan pertama kali terjadi. Hampir di semua daerah mengalami hal tersebut termaksud Kota Samarinda.
Minyak goreng salah satunya. Masyarakat Samarinda beberapa minggu terkahir ini dihebohkan dengan langkanya minyak goreng. Antrian panjang yang tak jarang menimbulkan kerumunan hingga kekacauan menunjukan bepata kepanikan dirasakan masyarakat kota tepian.
Namun dibalik situasi itu, potensi oknum meraih keuntungan dengan menaikan harga migor sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penjual online dadakan di sosial media dengan menjajakan migor dengan harga yang fantastik.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Laila Fatihah mengatakan, saat ini pihaknya secara kelembagaan belum melakukan sidak terkait kelangkaan minyak goreng di Samarinda.
“Komisi II secara kelembagaan belum ada sidak, kami belum menjadwalkan,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Alasannya adalah migor di pasaran memang sedang kosong, sehingga harus menunggu informasi dari Dinas Perdagangan.
“Informasi pak Marnabas, kalau sidak percuma hari ini, posisi memang dalam keadaan langka, minyak goreng hanya sedikit,” kata Laila usai hearing dengan Disdag Samarinda.
Ia juga membeberkan, informasi yang diterima oleh Komisi II, saat ini ada pengiriman minyak goreng dari distributor di pulau Jawa.
“Infonya, minyak goreng masih perjalanan dari distributor di Surabaya. Minyak goreng ini diangkut menggunakan kapal laut dan kontainer. Diperkirakan dalam Minggu ke 3 di bulan Maret ini sudah ready di Samarinda,” bebernya.
Sehingga lanjut Laila, Komisi II akan melakukan sidak ketika ke pasar-pasar tradisional setelah pengiriman migor dari Jawa telah masuk pasar Samarinda.
Hal itu mencegah adanya oknum tertentu untuk menimbun migor, terlebih menjelang bulan Ramadhan dimana masyarakat sedang butuh-butuhnya.
“Kita jadwalkan juga minggu ke-3 untuk melakukan sidak. Tidak hanya mengenai minyak goreng, tapi juga bahan kebutuhan masyarakat, seperti gula, cabai, telur dan sebagainya menjelang Ramadan,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Perdagangan Kota Samarinda saat ini telah membagikan minyak goreng curah dengan harga Rp. 11.500/liter untuk menanggulangi sementara panik buying di masyarakat. Pendistribusian minyak goreng curah ini masih akan berlangsung hingga menjelang Ramadhan.
Penulis : syaef




















Users Today : 1251
Total Users : 1268594
Views Today : 4004
Total views : 6283013