Teks foto: Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim, Irhamsyah
Infobenua.com, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akhirnya menyiapkan pemasangan kamera pengawas atau CCTV di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda usai kabel digondol oleh komplotan tak bertanggung jawab.
Rencana itu disiapkan untuk memantau fasilitas penerangan setelah ditemukan sejumlah titik lampu bermasalah, termasuk kabel yang hilang hingga sekitar 500 meter.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim, Irhamsyah, mengatakan pemasangan CCTV masih masuk tahap perencanaan karena anggaran yang tersedia terbatas.
“CCTV kita programkan. Anggaran kita cukup terbatas, tapi kami tetap berkomitmen nanti memasang CCTV untuk memonitor,” kata Irhamsyah saat diwawancarai.
Sebelum rencana pemasangan CCTV tersebut, Pemprov Kaltim telah melakukan inventarisasi terhadap fasilitas penerangan di Jembatan Mahulu.
Dari sekitar 35 titik lampu yang diperiksa, sekitar 15 titik membutuhkan perbaikan. Irhamsyah mengatakan sejumlah perbaikan telah dilakukan dan lampu di jembatan tersebut kini kembali menyala.
“Dari 35 titik yang ada, lebih kurang 15 yang perlu perbaikan. Enam di antaranya sudah kita perbaiki. Bahkan dengan hari kemarin sudah nyala semua,” ujarnya.
Perbaikan dilakukan terhadap sejumlah komponen penerangan. Salah satunya dengan mengganti kabel yang hilang sepanjang sekitar 500 meter.
Selain kabel, perangkat Miniature Circuit Breaker (MCB) yang mengalami kerusakan juga diganti. Begitu pula dengan komponen solar cell pada lampu.
“Karena kabelnya yang hilang sampai 500 meter kita ganti. Kemudian ada MCB-nya yang rusak, solar cell lampunya sudah kita ganti. Alhamdulillah sudah menyala semua,” kata Irhamsyah.
Irhamsyah berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas penerangan di Jembatan Mahulu. Menurutnya, lampu tersebut berkaitan dengan keamanan pengguna jalan yang melintas di jembatan.
“Kami berharap masyarakat setempat bisa sama-sama menjaga. Karena itu semua kan untuk keamanan pengguna jalan kita yang melintas di Jembatan Mahakam Ulu,” ujarnya.
Terkait rencana pemasangan CCTV, Irhamsyah mengatakan kamera pengawas nantinya dapat digunakan untuk memonitor kondisi fasilitas di jembatan dan mengantisipasi gangguan kembali terjadi.
Di sisi lain, Pelindo juga telah menyurati Pemprov Kaltim untuk meminta izin melakukan peninjauan lapangan terkait rencana pemasangan lampu di bagian bawah Jembatan Mahulu.
Irhamsyah mengatakan Pemprov Kaltim telah merespons surat tersebut dan siap melakukan peninjauan bersama Pelindo.
“Pelindo ada bersurat kepada kita untuk bisa izin bersama-sama melakukan tinjauan di lapangan. Sudah kita respons, sama-sama kita siap,” demikian Irhamsyah.
Penulis: Frida | Editor: Eka Mandiri







Users Today : 1659
Total Users : 1507577
Views Today : 3148
Total views : 6934398