Keterangan Foto : Pembukaan Kebundesa Open Fun Swimming dan Kejuaraan Renang Antarpelajar Tahun 2026 di Kolam Renang Agrowisata Kebun Ndes
Infobenua.com, Samarinda – Sebanyak 500 atlet dari tujuh daerah meramaikan Kebundesa Open Fun Swimming dan Kejuaraan Renang Antarpelajar Tahun 2026 di Kolam Renang Agrowisata Kebun Ndesa, Jalan Merapi RT 14, Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara, Sabtu (15/8/2026).
Kejuaraan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini mempertandingkan sekitar 3.170 nomor lomba. Peserta tidak hanya berasal dari Samarinda, tetapi juga Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Bontang, Berau, hingga Kabupaten Barito Timur.

Ketua Panitia Kebundesa Open Fun Swimming dan Kejuaraan Renang Antarpelajar 2026, Fitri Handayani, mengatakan tingginya partisipasi peserta menunjukkan antusiasme terhadap pelaksanaan kejuaraan yang tahun ini memasuki penyelenggaraan kedua.
Menurutnya, jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan pelaksanaan perdana pada 2025. Kondisi tersebut menjadi dorongan bagi panitia untuk terus mengembangkan event renang di Kebun Ndesa.
“Bagi kami, perayaan HUT RI ini bukan hanya sekadar perayaan. Kami ingin Kebun Ndesa menjadi tempat olahraga dan wisata yang dapat berjalan bersama,” ujar Fitri.
Konsep tersebut membuat kejuaraan tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan Kebun Ndesa kepada atlet dan keluarga yang datang dari berbagai daerah.
Fitri berharap pelaksanaan kegiatan dapat terus bersinergi dengan pemerintah maupun pihak lainnya sehingga Kebun Ndesa dapat berkembang sebagai lokasi olahraga sekaligus destinasi wisata di Kota Samarinda.
Sementara itu, pejabat fungsional Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Samarinda, Dorry Adrinalia, mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan tersebut. Ia menilai banyaknya peserta, termasuk atlet dari luar daerah, menjadi peluang untuk menjaring potensi atlet yang belum masuk dalam pembinaan.
“Agenda hari ini adalah Kejuaraan Renang Antarpelajar. Ini menjadi wadah bagi generasi dan bibit-bibit atlet yang nantinya bisa dipersiapkan untuk Porprov,” kata Dorry.
Menurut Dorry, kejuaraan antarpelajar memiliki peran penting dalam proses regenerasi atlet. Peserta yang menunjukkan potensi dan prestasi nantinya dapat menjadi bagian dari proses pembinaan untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
Ia menjelaskan, pembinaan atlet di Samarinda selama ini dilakukan melalui sinergi dengan KONI dan cabang olahraga. Data atlet dari klub menjadi salah satu dasar dalam proses pendataan dan pembinaan.
Untuk atlet yang berprestasi dalam kejuaraan ini, Dispora akan berkoordinasi dengan KONI dan pengurus cabang olahraga terkait pola pembinaan lanjutan. Namun, pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah yang saat ini terbatas akibat efisiensi.

Ketua Umum KONI Kota Samarinda, Wahyudi HS, turut mengapresiasi penyelenggaraan event olahraga usia dini tersebut. Menurutnya, keberadaan kompetisi secara rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan regenerasi atlet.
“Alhamdulillah, dengan banyaknya event pembinaan usia dini di semua cabang olahraga, saya berharap ke depannya regenerasi atlet di Samarinda tetap berjalan untuk menuju PON selanjutnya,” ujar Wahyudi.
Ia mengatakan KONI akan terus mendukung kegiatan yang digelar cabang olahraga di Samarinda. Selain memberikan ruang bagi atlet untuk berkompetisi, event seperti ini juga menjadi kesempatan bagi atlet usia dini untuk mendapatkan pengalaman bertanding.
Wahyudi berharap pembinaan tetap berjalan meski pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran. Dukungan orang tua, atlet, klub, dan penyelenggara dinilai penting agar kegiatan olahraga tetap berlangsung secara berkelanjutan.
“Harapannya, pembinaan ini terus berjalan walaupun dengan minimnya anggaran dari pemerintah. Dengan dukungan orang tua dan para atlet sendiri, semoga semua event yang ada di Kota Samarinda tetap bisa terlaksana,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan Kebundesa Open Fun Swimming 2026, ajang renang antarpelajar ini diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat pembinaan olahraga usia dini sekaligus memperkenalkan Kebun Ndesa sebagai ruang olahraga dan wisata di Samarinda.
Penulis : Faradita | Editor: Redaksi



















Users Today : 964
Total Users : 1425357
Views Today : 1455
Total views : 6743178