Foto : Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Ririn Sari Dewi
Infobenua.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah dialihkan secara daring akibat kondisi kabut asap.
Kebijakan pembelajaran dari rumah tersebut diambil sebagai langkah perlindungan terhadap siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan menyusul kondisi kualitas udara yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim telah mengeluarkan kebijakan yang memperkenankan kepala satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran secara daring. Kebijakan tersebut bersifat situasional dan disesuaikan dengan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah.
Kepala sekolah juga diminta berkoordinasi dengan orang tua untuk memastikan proses belajar tetap berlangsung sekaligus memantau kondisi siswa selama berada di rumah.
Pembelajaran tatap muka nantinya dapat kembali dilaksanakan setelah instansi berwenang menyatakan kondisi kualitas udara telah kembali aman.
Di tengah kebijakan tersebut, pelaksanaan MBG sempat menjadi perhatian masyarakat karena program makanan bergizi tetap berjalan ketika siswa tidak mengikuti pembelajaran secara tatap muka.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Ririn Sari Dewi menjelaskan bahwa MBG tidak dihentikan akibat kebijakan pembelajaran daring. Program tersebut merupakan program pemerintah pusat dan pelaksanaannya tetap berlangsung di Kaltim.
“MBG adalah program pemerintah pusat. Secara keseluruhan MBG di Kaltim tetap berjalan seperti biasa, pemerintah daerah tidak terkait dengan program tersebut,” tegas Ririn.
Meski demikian, pelaksanaan teknis di lapangan tetap mempertimbangkan kondisi kabut asap di masing-masing daerah. Artinya, mekanisme pembagian MBG dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi udara dan situasi siswa.
Ririn menegaskan aspek keselamatan tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaan program tersebut. Penyesuaian teknis diperlukan agar distribusi makanan tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan kondisi kesehatan siswa.
Dengan demikian, kebijakan pembelajaran daring dan keberlanjutan MBG merupakan dua hal yang tetap berjalan dengan mekanisme berbeda.
“Pembelajaran tatap muka dialihkan sementara sebagai langkah perlindungan kesehatan, sedangkan pelaksanaan MBG tetap dilanjutkan dengan penyesuaian teknis sesuai kondisi di lapangan,” tutupnya.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi



















Users Today : 945
Total Users : 1486038
Views Today : 1473
Total views : 6890135