Foto : Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni
Infobenua.com, Samarinda – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, mengingatkan masyarakat agar memperkuat kemampuan literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran informasi bohong atau hoaks yang dapat memicu keresahan di masyarakat.
Menurut Sri Wahyuni, masyarakat saat ini dituntut lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi di ruang digital.
Ia menilai kemampuan memilah informasi menjadi salah satu tantangan penting di era transformasi digital.
“Di era transformasi digital, masyarakat harus memiliki kemampuan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh hoaks dan mampu bersikap bijak dalam menyebarkan informasi,” ujarnya.
Ia mengatakan semangat kebangkitan nasional saat ini tidak hanya dimaknai dalam konteks sejarah, tetapi juga melalui kesiapan masyarakat dan pemerintah menghadapi perkembangan digital yang terus berubah.
Selain penguatan literasi masyarakat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga terus mendorong optimalisasi peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di setiap instansi pemerintah.
Sri menjelaskan, tugas PPID kini tidak hanya menyiapkan dokumen ketika dibutuhkan, tetapi juga memastikan informasi publik tersedia secara cepat dan mudah diakses masyarakat melalui platform digital.
“Kalau perlu, sebelum masyarakat mencari informasi, datanya sudah lebih dulu tersedia sehingga ruang penyebaran hoaks bisa diminimalkan,” katanya.
Ia berharap penguatan literasi digital dan keterbukaan informasi publik dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih kritis, cerdas, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi


















Users Today : 1017
Total Users : 1302136
Views Today : 3211
Total views : 6386671