Ket foto : Sejumlah gas lpg 3kg.
Infobenua.com Samarinda – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Kota Samarinda dihadapkan pada potensi meningkatnya kebutuhan energi, terutama BBM dan LPG 3 kilogram.
Kekhawatiran mengenai stabilitas pasokan mendorong Pemkot Samarinda memperkuat koordinasi dengan Pertamina, mengingat konsumsi energi masyarakat biasanya melonjak signifikan pada periode ini.
Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menyampaikan bahwa kondisi pasokan BBM menjadi salah satu isu utama yang harus dipastikan tidak mengalami gangguan.
Ia menuturkan bahwa Pertamina telah memberikan jaminan ketersediaan BBM untuk Samarinda, didukung oleh kemudahan distribusi dari Balikpapan.
“Wali Kota menegaskan agar suplai BBM tetap berada dalam kondisi aman. Pertamina juga memastikan bahwa distribusinya dapat berlangsung tanpa hambatan,” ujar Marnabas pada Senin (8/12/2025).
Isu serupa muncul pada LPG 3 kilogram.
Kelangkaan dikhawatirkan dapat terjadi jika kebutuhan masyarakat meningkat drastis, sehingga penambahan kuota menjadi salah satu langkah yang disoroti pemerintah daerah.
“Ketersediaan LPG 3 kilogram menjadi perhatian karena penggunaannya sangat tinggi pada momen tertentu. Kami telah mengajukan penambahan kuota untuk mengantisipasi risiko kekurangan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa distribusi LPG bersubsidi kini menggunakan kartu penerima.
Karena itu, warga kurang mampu yang belum terdata diminta segera mengajukan laporan.
“Apabila terdapat warga tidak mampu yang belum tercatat, mereka dipersilakan menyampaikan laporan. Nantinya tetap melalui proses verifikasi,” tegasnya.
Kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram dari sekitar Rp18 ribu menjadi lebih dari Rp20 ribu juga menjadi perhatian, karena berpotensi memengaruhi harga di tingkat pengecer.
Pemerintah berharap penyesuaian ini tidak menimbulkan gejolak di lapangan.
“Kami mengharapkan penyesuaian HET ini tidak memicu lonjakan harga yang tidak wajar di lapangan. Hal ini menjadi perhatian kami,” jelasnya.
Meski Pertamina menyatakan stok gas cukup, lonjakan konsumsi pada akhir tahun tetap harus diantisipasi.
“Stok dinyatakan aman, tetapi permintaan tambahan tetap kami ajukan. Biasanya penggunaan meningkat tajam pada masa Nataru, seperti memasak buras yang membutuhkan waktu lama,” ujar Marnabas.
Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri








Users Today : 2010
Total Users : 1560599
Views Today : 3875
Total views : 7050282