InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Rupiah Stabil di Awal 2026 di Tengah Dinamika Pasar Global

by Eka Mandiri
Sabtu, 3 Januari 2026, 22:24
in Berita, Nasional
Bagikan

Foto : Nilai tukar rupiah memasuki awal tahun 2026 bergerak relatif stabil. (Ist)

Infobenua.com, Samarinda — Nilai tukar rupiah memasuki awal tahun 2026 bergerak relatif stabil di kisaran Rp16.600-an per dolar AS, meskipun pasar keuangan global dan domestik masih dibayangi dinamika suku bunga dan pergerakan imbal hasil obligasi global.

Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga penutupan perdagangan Rabu (31/12/2025), rupiah ditutup pada level bid Rp16.670 per dolar AS. Sementara pada pembukaan perdagangan Jumat pagi (2/1/2026), rupiah dibuka sedikit melemah di level Rp16.680 per dolar AS.

Stabilitas nilai tukar tersebut terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS (DXY) yang mencapai level 98,32, seiring kenaikan yield US Treasury Note tenor 10 tahun ke level 4,167 persen. Pada saat yang sama, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun justru mengalami penurunan ke level 6,05 persen, dan relatif stabil di 6,04 persen pada awal Januari 2026.

Dari sisi persepsi risiko investor, BI mencatat premi credit default swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun per 1 Januari 2026 berada di level 67,78 basis poin, turun dibandingkan 26 Desember 2025 yang tercatat sebesar 69,95 basis poin.

Penurunan CDS tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi 29–31 Desember 2025, investor nonresiden tercatat melakukan beli neto sebesar Rp2,43 triliun, yang terdiri atas beli neto Rp1,23 triliun di pasar saham dan Rp1,66 triliun di pasar SBN, serta jual neto Rp0,46 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Namun secara kumulatif sepanjang 2025 hingga 31 Desember 2025, nonresiden masih mencatatkan jual neto Rp17,00 triliun di pasar saham dan Rp110,11 triliun di SRBI, sementara di pasar SBN tercatat beli neto Rp2,01 triliun.

Menanggapi kondisi tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas eksternal perekonomian nasional melalui penguatan koordinasi lintas otoritas dan optimalisasi bauran kebijakan.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Sabtu (3/1/2026).

Dengan langkah tersebut, BI berharap stabilitas nilai tukar rupiah dapat tetap terjaga di tengah ketidakpastian global, sekaligus mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional pada awal 2026.(nurfa/red)

Views Count: 0

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1523667
Users Today : 904
Total Users : 1523667
Views Today : 2118
Total views : 6968212
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com