Infobenua.com, Rabat — Raja Maroko Mohammed VI menerima Fatima Ezzahra El Mansouri di Istana Kerajaan Rabat pada Rabu (14/10/2026) untuk membahas perkembangan proses pembentukan pemerintahan baru. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda konstitusional kerajaan dalam mempersiapkan pemerintahan yang diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan masyarakat.
Menurut keterangan resmi Istana Kerajaan Maroko, El Mansouri menyampaikan laporan kepada Raja mengenai tahapan pembentukan kabinet yang telah dilaksanakan. Mohammed VI kemudian menyampaikan doa dan harapan agar proses tersebut berjalan lancar serta menghasilkan pemerintahan yang sukses menjalankan tugasnya.
Dalam pertemuan itu, Raja menekankan pentingnya keseriusan, tanggung jawab, dan keterlibatan menyeluruh dalam menjalankan pemerintahan. Fase berikutnya, menurut keterangan istana, akan menghadapi berbagai tantangan serta tuntutan masyarakat di sejumlah sektor.
Perhatian terhadap pembentukan pemerintahan baru tersebut juga datang dari Indonesia. Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, menyampaikan apresiasi atas pertemuan antara Mohammed VI dan El Mansouri. Ia menilai pertemuan tersebut mencerminkan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam menjaga kesinambungan pemerintahan.
“Ini menunjukkan kematangan institusional yang luar biasa dan membawa harapan besar akan masa depan yang cerah, tidak hanya bagi rakyat Maroko tetapi juga memberikan inspirasi positif bagi dunia internasional, terutama di dunia Islam,” ujar Wilson Lalengke dari Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Wilson memandang proses pembentukan pemerintahan baru sebagai momentum untuk memperkuat tata kelola negara dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Ia juga menilai perkembangan politik tersebut berpotensi memberikan inspirasi bagi negara-negara lain, khususnya dalam konteks pemerintahan di dunia Islam.
Lebih lanjut, Wilson menyatakan bahwa Persisma siap menjalin kerja sama dan memberikan dukungan kepada pemerintahan baru Maroko. Menurutnya, hubungan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Maroko dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi di berbagai bidang.
Ia berharap pemerintahan baru nantinya mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat, menjaga stabilitas regional, dan melanjutkan agenda pembangunan nasional. Namun, realisasi harapan tersebut akan bergantung pada susunan kabinet, prioritas kebijakan, serta pelaksanaan program pemerintahan setelah proses pembentukan selesai.
Pertemuan di Istana Kerajaan Rabat itu menjadi sorotan dalam perkembangan politik Maroko, terutama terkait proses pembentukan kabinet dan kesiapan pemerintah menghadapi agenda pembangunan berikutnya. (*)










Users Today : 1473
Total Users : 1537094
Views Today : 4496
Total views : 6997030