InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Raja Maroko Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi, Tegaskan Keamanan Riyadh Bagian dari Keamanan Rabat

by Hery Kuswoyo
Kamis, 15 Oktober 2026, 21:42
in Internasional
Raja Mohamed VI

Raja Mohamed VI

Bagikan

Infobenua.com, Rabat — Raja Maroko Mohammed VI menegaskan dukungan penuh negaranya terhadap Arab Saudi menyusul serangkaian serangan yang menurut pernyataan resmi Kerajaan Maroko dilancarkan oleh milisi Houthi di Yaman. Ia juga mengecam serangan yang dilaporkan menyasar fasilitas sipil, infrastruktur ekonomi, kawasan permukiman, serta mengancam keamanan tempat-tempat suci umat Islam.

Sikap tersebut disampaikan melalui dua pesan resmi yang dikirimkan kepada Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, pada Sabtu (26/9/2026).

Dalam pesan tersebut, Mohammed VI menekankan hubungan historis, keagamaan, dan strategis antara Maroko dan Arab Saudi. Ia menilai kedua negara perlu memperkuat solidaritas dalam menghadapi ancaman terhadap kedaulatan, keamanan, dan kepentingan bersama.

‘Berpegang teguh pada ikatan agama dan sejarah, takdir bersama yang menyatukan kita, serta hubungan persaudaraan yang kokoh antara kita secara pribadi, keluarga kita, dan kedua bangsa kita yang bersaudara, saya menyampaikan pesan kepada Anda dalam situasi sulit yang tengah dihadapi negara Anda tercinta. Tanggung jawab historis, nilai-nilai keagamaan, dan pertimbangan strategis negara Anda mengharuskan kita semua untuk bersatu dalam membela hak, kedaulatan, keamanan, dan tempat-tempat suci bangsa.’

Dalam pernyataan yang dirilis Kantor Kerajaan Maroko, sang raja menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan berulang yang disebut menyasar fasilitas sipil dan ekonomi, infrastruktur vital, serta kota-kota dan kawasan permukiman di Arab Saudi.

Ia juga menyoroti dugaan ancaman terhadap Makkah dan Madinah. Menurut pernyataan tersebut, tindakan yang mengancam dua kota suci itu bukan hanya menyangkut keamanan Arab Saudi, tetapi juga menyentuh perasaan umat Islam di seluruh dunia.

Mohammed VI menilai serangan tersebut sebagai tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjunjung perdamaian, toleransi, serta penghormatan terhadap kehidupan manusia dan kesucian tempat ibadah.

Atas nama pemerintah dan rakyat Maroko, ia mengecam tindakan yang dituduhkan kepada Houthi serta meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang dinilai terlibat dalam mendukung kelompok tersebut.

‘Kami mengecam tindakan kriminal ini. Milisi Houthi teroris beserta pihak-pihak yang mendukung, mendanai, dan mempersenjatai mereka memikul tanggung jawab penuh atas tindakan tersebut. Kami meminta pertanggungjawaban mereka semua di hadapan Allah, sejarah, dan hukum internasional, termasuk melalui sanksi internasional yang timbul sebagai konsekuensinya.’

Raja Mohammed VI selanjutnya menegaskan bahwa keamanan Arab Saudi dan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) memiliki keterkaitan langsung dengan keamanan Maroko. Ia menyatakan bahwa Rabat memandang dukungan terhadap Riyadh sebagai bagian dari pembelaan atas kepentingan strategis bersama.

‘Keamanan dan stabilitas Kerajaan Arab Saudi, sebagaimana keamanan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) lainnya, tidak dapat dipisahkan dari keamanan Kerajaan Maroko. Setiap agresi terhadap Arab Saudi merupakan agresi terhadap Maroko. Kami memandang dukungan kepada saudara-saudara kami di Kerajaan Arab Saudi dan negara-negara Arab Teluk yang bersaudara sebagai dukungan terhadap kebenaran dan legitimasi.

Sementara itu, pembelaan terhadap kepentingan utama mereka merupakan pembelaan terhadap kepentingan strategis bersama kita.’

Dalam pesan yang sama, Mohammed VI menyatakan Maroko akan terus berdiri bersama Arab Saudi dalam menghadapi ancaman dari kelompok bersenjata dan pihak-pihak regional yang mendukung mereka. Ia menilai aktivitas kelompok-kelompok tersebut berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta mengancam jalur pelayaran strategis yang penting bagi perdagangan global dan keselamatan navigasi maritim internasional.

Sang raja juga mengaitkan serangan tersebut dengan ketentuan hukum internasional dan sejumlah resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

‘Sejalan dengan penilaian strategis yang kita miliki bersama, kami menegaskan kembali bahwa berlanjutnya agresi ini merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan resolusi-resolusi PBB yang relevan, khususnya Resolusi 2216 (2015), yang menuntut penarikan mundur milisi, penyerahan senjata, dan penghentian kekerasan, serta Resolusi 2722 (2024), yang menuntut agar mereka segera menghentikan serangan terhadap pelayaran maritim.

Demikian pula, penargetan kawasan sipil, infrastruktur ekonomi, dan tempat-tempat suci merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional serta konvensi dan kebiasaan internasional. Tindakan semacam itu tidak boleh dibiarkan tanpa hukuman.’

Pernyataan tersebut mempertegas posisi diplomatik Maroko dalam mendukung Arab Saudi dan keamanan negara-negara Teluk. Rabat juga menempatkan perlindungan warga sipil, keamanan tempat suci, dan kelancaran pelayaran internasional sebagai kepentingan yang perlu dijaga melalui kerja sama regional dan penegakan hukum internasional. (*)

Views Count: 2

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1537094
Users Today : 1473
Total Users : 1537094
Views Today : 4503
Total views : 6997037
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com