Infobenua.com.Kukar – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memacu peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor konstruksi. Tahun 2025 ini, Bidang Bina Konstruksi tidak hanya fokus pada pelatihan tenaga kerja, tetapi juga menyiapkan platform digital khusus untuk memantau keberlanjutan karier tenaga kerja yang telah disertifikasi.
Kabid Bina Konstruksi PU Kukar, Sofyar Ardani, mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut kini dalam tahap pemantapan dan uji coba. Meski belum bisa diumumkan detailnya, peluncuran resmi ditargetkan dalam waktu dekat.
“Platform ini untuk mensinkronkan data tenaga kerja yang sudah kami latih. Tujuannya supaya bisa dipantau, apakah mereka sudah terserap di lapangan atau belum. Jadi tidak sekadar mendata, tapi memastikan mereka benar-benar bekerja di sektor konstruksi,” ujar Sofyar, belum lama ini.
Lanjutnya, keberadaan platform digital ini akan menjadi lompatan penting dalam pengelolaan SDM konstruksi di Kukar. Selain bermanfaat jangka pendek, sistem ini diproyeksikan dapat memberi dampak positif jangka panjang, terutama dalam mendukung pembangunan daerah.
“Harapan kami, aplikasi ini bermanfaat bukan hanya saat ini, tapi juga untuk tahun-tahun mendatang. Dengan pemantauan yang lebih jelas, tenaga kerja kita punya peluang lebih besar untuk terlibat dalam proyek-proyek strategis,” tambahnya.
Sofyar menyebut target pelatihan tahun ini mencapai 310 orang. Namun, ia tidak menutup kemungkinan target tersebut bisa terpengaruh bila terjadi pemangkasan anggaran.
“Kalau anggaran berkurang, otomatis target juga akan menyesuaikan. Kami tidak ingin dianggap tidak maksimal, padahal kendalanya ada pada support anggaran. Dampaknya bukan hanya di kegiatan pelatihan, tapi juga pada sektor fisik. Misalnya, dana Rp1 miliar bisa bangun 100 meter, kalau jadi Rp900 juta otomatis berkurang,” jelasnya.
Untuk itu, Sofyar berharap dukungan anggaran dapat dipertahankan agar program pelatihan bisa berjalan sesuai rencana dan target tercapai.
Program pelatihan itu, kata Sofyar, akan menyasar beragam jenjang mulai dari level 1 hingga level 6, dengan prioritas di jenjang 4, 5, dan 6. Paket pelatihan yang ditawarkan mencakup K3 umum, konstruksi jalan, bangunan, hingga sumber daya air.
“Jenis pelatihannya cukup banyak. Kalau anggaran memungkinkan, jumlah kelas bisa ditambah. Sistemnya fleksibel, kalau setelah dua kelas ada sisa anggaran, maka akan kami buka lagi kelas tambahan,” ujarnya.
Pelatihan ini sangat penting karena sertifikat kompetensi merupakan syarat wajib untuk bekerja di sektor konstruksi. Melalui subsidi dari pemerintah, peserta tidak dibebani biaya mandiri yang biasanya cukup tinggi bila dilakukan secara pribadi.
“Di sinilah peran pemerintah hadir. Kami bantu agar masyarakat tidak terbebani biaya mandiri, tapi tetap punya kompetensi yang diakui secara legal,” tegas Sofyar.
Hasil data pelatihan nantinya akan terintegrasi dengan Dinas Tenaga Kerja, yang menghimpun keseluruhan data tenaga kerja, baik umum maupun konstruksi.
“Kami fokus di konstruksi, sementara Disnaker menghimpun total keseluruhan. Jadi nanti jelas kontribusi PU Kukar dalam mencetak tenaga kerja terampil,” pungkasnya.
Pemkab Kukar optimis bisa mencetak tenaga kerja konstruksi yang tidak hanya terampil dan bersertifikat, tetapi juga berdaya saing tinggi. Upaya ini sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembangunan infrastruktur di Benua Etam.
penulis Lisa editor Redaksi infobenua








Users Today : 1186
Total Users : 1545916
Views Today : 2829
Total views : 7015268