Infobenua.com.Kukar – Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar), Awang Agus, menuturkan bahwa pembangunan drainase yang tengah dikerjakan sepanjang tahun ini sebagian besar lahir dari aspirasi masyarakat.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin pembangunan hanya menjadi program di atas kertas, melainkan benar-benar hadir di tengah warga dengan solusi nyata terhadap persoalan banjir yang kerap menghantui sejumlah wilayah.
Menurut Awang, usulan dari warga telah menjadi dasar penting dalam menentukan lokasi-lokasi prioritas pembangunan. Ia menilai, dengan menempatkan masukan masyarakat sebagai pijakan, program drainase tidak hanya dilihat dari sisi teknis infrastruktur, tetapi juga sebagai simbol kepedulian pemerintah dalam merespons langsung kebutuhan publik.
“Sebagian besar pembangunan drainase memang berangkat dari masukan warga. Kami melihatnya bukan hanya sebagai pekerjaan teknis, tetapi sebagai wujud kepedulian pemerintah hadir langsung menjawab kebutuhan masyarakat,” tuturnya, baru-baru ini.
Awang menjelaskan, proyek drainase tahun ini tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kukar. Skala pengerjaannya beragam, mulai dari yang sudah rampung sepenuhnya, ada yang sedang dalam tahap akhir penyelesaian, hingga yang baru dimulai pengerjaannya.
Di wilayah perkotaan Tenggarong misalnya, beberapa titik yang menjadi fokus pekerjaan berada di Jalan Maduningrat, Jalan Mawar, hingga Jalan Loa Ipuh. Kawasan ini sejak lama dikenal sebagai titik rawan banjir musiman yang kerap mengganggu aktivitas warga setiap kali curah hujan meningkat.
Respon masyarakat atas pembangunan tersebut dinilai sangat positif. Banyak warga mengaku lega dan bersyukur karena pemerintah daerah akhirnya turun tangan secara langsung menangani masalah banjir yang selama bertahun-tahun membatasi ruang gerak mereka.
Rasa puas ini bahkan sering disampaikan warga kepada para pekerja di lapangan maupun petugas teknis dari dinas terkait.
“Kami menerima banyak apresiasi dari warga. Mereka menganggap pembangunan drainase ini sebagai bukti nyata bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi masalah banjir. Hal ini memotivasi kami untuk terus memastikan pekerjaan berjalan sesuai harapan,” ungkap Awang.
Meski secara umum berjalan lancar, Awang tidak menutup mata bahwa terdapat sejumlah tantangan teknis yang dihadapi di lapangan. Dalam praktiknya, pekerjaan drainase seringkali harus bersinggungan dengan infrastruktur lain yang sudah lebih dulu ada.
Misalnya, pipa milik PDAM yang tertanam di bawah tanah, tiang listrik PLN, maupun tiang telekomunikasi milik Telkom. Kondisi ini menuntut kehati-hatian agar pembangunan tidak menimbulkan kerusakan pada fasilitas publik yang sudah ada. Namun, kata Awang, persoalan tersebut selalu dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi lintas instansi.
“Setiap kali ada potensi benturan dengan utilitas lain, kami segera berkoordinasi agar tidak menghambat progres. Jadi meski ada hambatan, pekerjaan bisa tetap berjalan sesuai target,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pihaknya terus mengawal jalannya pembangunan drainase agar selesai tepat waktu. Target yang ditetapkan adalah seluruh pekerjaan dapat rampung sebelum akhir tahun 2025. Namun bagi Awang, ketepatan waktu bukanlah satu-satunya tolok ukur. Kualitas pekerjaan harus tetap menjadi prioritas utama.
“Kami melakukan monitoring ketat di lapangan. Pekerjaan harus sesuai dengan standar teknis yang sudah ditetapkan sejak awal. Tidak boleh ada yang dikerjakan asal-asalan. Dengan begitu, manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, pembangunan drainase bukanlah proyek sekali jadi. Saluran air yang sudah dibangun tetap membutuhkan perawatan dan kepedulian masyarakat. Jika warga tidak menjaga kebersihan lingkungan atau masih membuang sampah ke saluran air, maka fungsi drainase akan kembali terganggu. Karena itu, Awang berharap masyarakat juga berperan aktif menjaga infrastruktur yang sudah dibangun pemerintah.
Dengan menggabungkan aspirasi warga, ketegasan pemerintah, dan partisipasi masyarakat, pembangunan drainase di Kukar diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan banjir.
“Pemerintah sudah menyiapkan jalannya, tetapi keberhasilan sebenarnya ada ketika masyarakat juga ikut menjaga dan merawatnya. Inilah yang akan membuat pembangunan drainase betul-betul memberi dampak nyata,” pungkasnya.
penulis Lisa editor redaksi


















Users Today : 2223
Total Users : 1316012
Views Today : 3624
Total views : 6426136