InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Produksi Jagung Kaltim 2026 Diproyeksikan Turun 31,29 Persen

by Hery Kuswoyo
Selasa, 3 November 2026, 19:14
in Kaltim
Statistik produksi jagung di Kaltim

Statistik produksi jagung di Kaltim

Bagikan

Infobenua.com, Samarinda – Produksi jagung pipilan kering di Kalimantan Timur sepanjang 2026 diperkirakan hanya mencapai 7,07 ribu ton. Jumlah tersebut merosot 31,29 persen atau sekitar 3,22 ribu ton dibandingkan capaian tahun 2025 yang tercatat sebesar 10,29 ribu ton.

Penurunan produksi tersebut sejalan dengan berkurangnya luas panen jagung di wilayah Kalimantan Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur, total luas panen jagung pipilan pada 2026 diproyeksikan sebesar 1.260 hektare, menyusut 40,15 persen dibandingkan realisasi sepanjang tahun sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, menjelaskan bahwa penyusutan luas panen terjadi pada seluruh periode pengamatan atau subround sepanjang 2026.

Pada Subround I, luas panen tercatat 440 hektare atau berkurang 32,23 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Penurunan berlanjut pada Subround II dengan luas panen 510 hektare, lebih rendah 39,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, luas panen pada Subround III diperkirakan hanya mencapai 310 hektare. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 49,22 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kondisi serupa juga terlihat pada produksi jagung pipilan kering (JPK) dengan kadar air 14 persen. Pada periode Januari hingga April atau Subround I 2026, produksinya diperkirakan mencapai 2,43 ribu ton, turun 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

”Penurunan juga terjadi pada produksi jagung pipilan kering (JPK) dengan kadar air 14 persen. Pada Subround I 2026, produksi diperkirakan mencapai 2,43 ribu ton atau turun 29 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025,” katanya dalam keterangan resminya, Selasa (3/11/2026).

BPS mencatat, produksi pada Subround II 2026 mencapai 2,92 ribu ton atau mengalami kontraksi 28,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun produksi pada Subround III diproyeksikan sebesar 1,72 ribu ton, lebih rendah 37,79 persen dibandingkan capaian pada 2025.

Selain berdasarkan kadar air 14 persen, BPS juga menyajikan data produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 28 persen (JPK-KA28%). Untuk periode Januari hingga Desember 2026, produksinya diperkirakan mencapai 9,57 ribu ton.

Volume tersebut turun sekitar 4,36 ribu ton atau 31,29 persen dibandingkan produksi tahun 2025 yang mencapai 13,92 ribu ton.

Berdasarkan pola produksi bulanan, September diperkirakan menjadi periode dengan hasil panen tertinggi pada 2026, yakni sebesar 1,64 ribu ton. Pola serupa terjadi pada 2025, ketika produksi jagung tertinggi juga tercatat pada September dengan volume 1,87 ribu ton.

Data tersebut menunjukkan bahwa penurunan produksi jagung pipilan di Kalimantan Timur pada 2026 berlangsung seiring menyusutnya luas lahan panen maupun hasil produksi pada setiap periode pengamatan. (*)

Views Count: 2

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1595654
Users Today : 3731
Total Users : 1595654
Views Today : 5547
Total views : 7108567
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com