Infobenua.com, Balikpapan — Jumlah penumpang di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, selama Januari–September 2026 tercatat sekitar 3,1 juta orang. Angka tersebut menyusut 10,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 3,5 juta penumpang.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, menyebut penurunan juga terjadi pada aktivitas penerbangan. Sepanjang periode tersebut, pergerakan pesawat berkurang 10,66 persen dibandingkan tahun lalu.
“Selain penumpang, jumlah pergerakan pesawat juga mengalami penurunan sebesar 10,66 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam diskusi virtual bertajuk menakar dinamika sektor transportasi Kaltim, Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan laporan kinerja bandara, jumlah penumpang hanya menunjukkan pertumbuhan positif pada Maret 2026, bertepatan dengan periode arus mudik dan balik Lebaran. Sementara itu, Januari, Februari, serta April hingga Agustus mengalami penurunan, dengan sejumlah periode mencatat kontraksi dua digit.
Iwan menilai kondisi ekonomi global dan tingginya harga tiket pesawat menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi minat masyarakat untuk bepergian. Untuk mendorong pemulihan trafik, ia berharap penyelenggaraan berbagai kegiatan dan acara berskala nasional di Kalimantan Timur dapat meningkatkan mobilitas penumpang sekaligus distribusi barang melalui jalur udara dan pelabuhan.
Adapun lima rute penerbangan dengan jumlah penumpang terbanyak dari Bandara SAMS Sepinggan meliputi Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta, Surabaya, Makassar, Tarakan, dan Yogyakarta. Kelima rute tersebut masih menjadi tujuan utama masyarakat yang bepergian dari maupun menuju Balikpapan.
Meski mengalami penurunan sepanjang sebagian besar tahun ini, pengelola bandara memperkirakan trafik penumpang berpeluang membaik menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Momentum liburan akhir tahun diharapkan meningkatkan permintaan perjalanan udara.
Kunjungan warga negara asing meningkat
Di tengah melemahnya pergerakan penumpang domestik, kunjungan warga negara asing (WNA) ke Kalimantan Timur justru mengalami peningkatan. Data Januari–Juni 2026 mencatat sebanyak 72.747 kunjungan WNA, naik 13,76 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 63.947 kunjungan.
“Kunjungan internasional mengalami pertumbuhan yang sangat baik. Wisatawan tersebut berasal dari Brunei Darussalam, Malaysia, Tiongkok, Singapura, India, Australia, Inggris, Korea Selatan, Filipina, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, hingga Jepang,” jelasnya.
Menurut Iwan, meningkatnya minat wisatawan asal Tiongkok turut berkaitan dengan daya tarik Ibu Kota Nusantara (IKN), yang mulai berkembang sebagai salah satu tujuan kunjungan di Kalimantan Timur.
“Kami melihat IKN menjadi daya tarik baru bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari Tiongkok. Karena itu kami berharap ke depan dapat terwujud penerbangan langsung dari Tiongkok ke Kalimantan Timur untuk semakin meningkatkan kunjungan wisatawan maupun investasi,” pungkasnya.
Iwan berharap pembukaan rute internasional secara langsung dapat memperluas akses menuju Kalimantan Timur, mendorong kunjungan wisatawan mancanegara, serta membuka peluang investasi yang lebih besar bagi daerah.(*)








Users Today : 2374
Total Users : 1533389
Views Today : 4474
Total views : 6986968