Infobenua.com.Samarinda – Keterlibatan perempuan dalam pembangunan sosial kembali ditegaskan sebagai kekuatan utama dalam mendorong kemajuan daerah. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Syarifah Suraidah Harum, menyerukan pentingnya peran aktif seluruh kader dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing.
Hal tersebut disampaikannya dalam pelantikan jajaran pengurus baru TP PKK Kabupaten Berau, Tim Penggerak Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), dan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (Bunda PAUD) untuk periode 2025–2030, yang berlangsung di Lamin Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (15/4/2025).
Dalam pelantikan tersebut, Sri Aslinda Gamalis dikukuhkan sebagai Ketua TP PKK dan TP Posyandu Berau, Edy Suswanto sebagai Ketua Dekranasda Berau, serta Bupati Sri Juniarsih Mas sebagai Bunda PAUD Kabupaten Berau.
Syarifah Suraidah menegaskan bahwa posisi yang mereka emban bukan hanya sekadar jabatan, tetapi amanah untuk mengabdi dan melayani masyarakat secara nyata.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial yang harus dijalankan dengan sepenuh hati. Kita hadir bukan untuk dilayani, tapi untuk melayani,” ucapnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjalankan visi pembangunan. Salah satu arah kebijakan yang disebutnya adalah mendukung program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, yaitu Gratis Pol serta Gaspol yang dinilai mampu mempercepat pencapaian generasi emas di Kaltim.
“Semua kader harus aktif. Kita punya peran besar dalam mencetak sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berakhlak, dan sejahtera. Ini adalah misi besar yang harus digerakkan bersama,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, komunikasi efektif, serta kerja yang produktif dan tuntas dalam setiap program pemberdayaan. Ia juga meminta para kader untuk tidak hanya berada di balik meja, melainkan turun langsung ke masyarakat, melakukan pendampingan dan pemberdayaan secara nyata.
Isu stunting turut menjadi perhatian khusus. Menurut Syarifah, angka stunting di Kalimantan Timur masih tergolong tinggi dan memerlukan upaya bersama yang serius.
Ia pun memohon dukungan dari pemerintah provinsi dan seluruh jajaran, agar para kader PKK, Posyandu, dan Bunda PAUD memiliki kekuatan penuh dalam melaksanakan tugasnya.
“Kami mohon dukungan semua pihak. Kami tidak bisa bergerak sendiri. Tantangan kami besar, dan hanya bisa diatasi jika seluruh elemen bersinergi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Syarifah Suraidah menyampaikan optimisme bahwa kerja keras yang dilakukan bersama akan membuahkan hasil besar. Ia berharap seluruh dedikasi ini menjadi jalan menuju Kaltim yang bebas dari kemiskinan, sekaligus sebagai bentuk pengabdian yang bernilai ibadah.
“Ini bukan hanya soal program, tapi soal keberpihakan pada rakyat. Mari kita jadikan lima tahun ke depan sebagai masa pengabdian terbaik bagi masyarakat Kaltim,” pungkasnya.
Penulis Fara I Editor Eka Mandiri








Users Today : 709
Total Users : 1547464
Views Today : 2886
Total views : 7020467