INFOBENUA.COM -SAMARINDA – Permasalahan antrean BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tak kunjung selesai. Hal inipun mendapat sorotan dari Ketua Komisi III DPRD Samarinda Angkasa Jaya.
Meski sejak April lalu Pertamina telah memberlakukan fuel card, namun nyatanya tak cukup ampuh mengurai antrean kendaraan besar yang menumpuk di depan SPBU. Tak jarang hingga mengambil sebagian besar lahan untuk pengendara lalu lintas.
Kondisi inilah yang disesalkan Politikus PDI Perjuangan ini. Lantaran tidak ada upaya serius dari Pertamina untuk mengatasi akar permasalahan saat ini.
“Harus ada solusi konkret dari Pertamina, karena dengan adanya fuel card buktinya masih ada saja antrean solar di SPBU,” kata Angkasa.
Pemandangan antrean BBM sering kali ia amati saat melintas di depan SPBU Jalan PM Noor, Sentosa dan APT Pranoto Samarinda Seberang. Sehingga ke depannya ia berencana bersama anggota Komisi III lainnya untuk segera melakukan tinjauan lapangan lagi.
“Untuk membuktikan apakah memang fuel card benar-benar diberlakukan atau tidak,” ungkapnya.
Menurut Angkasa, akar permasalahannya adalah stok BBM khususnya yang bersubsidi sering dimainkan oleh oknum. Sehingga kuota yang harusnya mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Samarinda, akhirnya berkurang dan menjadi langka.
“Padahal kuotanya sudah diatur setiap kota/kabupaten dapat berapa. Terus sekarang langka. Ini ada apa, warga berhak curiga,” sebutnya.
Bahkan ia sering mengamati setiap jam 23.00 Wita malam, di SPBU sudah tidak ada solar lagi. Sedangkan kendaraan besar yang belum mendapat jatah solar, akhirnya mengantre hingga keesokan harinya.
“Inilah yang harus ditelusuri lagi, kalau memang fuel card bisa membatasi oknum yang memainkan stok BBM, kenapa sekarang masih ada antreannya,” tutup Angkasa.(Tim Redaksi)







Users Today : 1603
Total Users : 1535177
Views Today : 3460
Total views : 6990783