Ket Foto: Area di Jembatan Mahakam I yang diduga menjadi lokasi seorang pria melompat beberapa waktu lalu.
Infobenua.com Samarinda – Sejumlah peristiwa yang diduga berkaitan dengan aksi melompat dari Jembatan Mahakam I kembali memunculkan perhatian terhadap aspek keselamatan di kawasan tersebut. Pengamat kebijakan publik, Saiful Bahtiar, menilai sudah saatnya pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan jembatan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Menurut Saiful, Jembatan Mahakam I bukan hanya berfungsi sebagai sarana penghubung antarkawasan, tetapi juga merupakan fasilitas publik yang setiap hari digunakan oleh ribuan masyarakat. Karena itu, unsur keselamatan dan perlindungan pengguna harus menjadi perhatian utama dalam pengelolaannya.
“Fasilitas publik yang disediakan pemerintah harus mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan terlindungi bagi masyarakat. Aspek keselamatan merupakan bagian penting yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Ia menilai sejumlah fasilitas pengaman di jembatan tersebut perlu ditinjau kembali agar sesuai dengan kebutuhan saat ini. Mengingat usia Jembatan Mahakam I yang telah puluhan tahun, terdapat kemungkinan beberapa standar pengamanan yang digunakan masih mengacu pada kondisi saat pembangunan awal.
Salah satu yang menjadi sorotannya adalah keberadaan pagar pembatas di sisi jembatan. Menurutnya, tinggi dan desain pagar yang ada saat ini belum sepenuhnya mampu memberikan perlindungan maksimal, khususnya bagi pejalan kaki yang melintasi kawasan tersebut.
“Jika melihat kondisi yang ada sekarang, masih terdapat ruang untuk meningkatkan aspek keselamatan. Terutama bagi pejalan kaki yang setiap hari menggunakan jembatan ini,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Saiful mengusulkan pemasangan pagar pengaman tambahan atau peninggian pembatas yang sudah ada. Selain meningkatkan keamanan pengguna jalan, langkah tersebut juga dinilai dapat mengurangi potensi terjadinya tindakan berbahaya di atas jembatan.
“Perlu dipertimbangkan pembangunan pelindung yang lebih tinggi dan kuat sehingga fungsi pengamanannya benar-benar optimal bagi seluruh pengguna,” jelasnya.
Tidak hanya dari sisi fisik, Saiful juga menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan. Ia menilai keberadaan kamera pengawas atau CCTV perlu diimbangi dengan pemantauan aktif selama 24 jam agar potensi gangguan keamanan dapat dideteksi lebih cepat.
Menurutnya, kamera pengawas akan lebih efektif apabila terdapat petugas yang secara khusus memantau situasi secara langsung dan dapat segera berkoordinasi ketika menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.
“Pengawasan melalui CCTV akan lebih maksimal apabila dilakukan secara real time. Dengan demikian, respons cepat dapat dilakukan sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Selain itu, ia menyarankan pemerintah mengkaji kembali keberadaan pos pengamanan maupun patroli rutin di sekitar kawasan jembatan. Kombinasi antara pengamanan fisik, teknologi pengawasan, dan kehadiran petugas dinilai dapat menciptakan sistem perlindungan yang lebih efektif.
Saiful juga menyoroti aspek penataan lingkungan di sekitar Jembatan Mahakam I. Menurutnya, selain aman, jembatan yang menjadi salah satu ikon Kota Samarinda tersebut juga perlu tampil lebih tertata dan nyaman dipandang.
“Penataan fasilitas pendukung, termasuk kabel-kabel yang masih terlihat semrawut, juga perlu menjadi perhatian agar kawasan ini semakin representatif sebagai salah satu ikon kota,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan dan keselamatan di Jembatan Mahakam I. Menurutnya, pembaruan fasilitas pengaman tidak boleh terus ditunda mengingat pentingnya fungsi jembatan tersebut bagi masyarakat.
“Evaluasi dan peningkatan sistem keamanan perlu segera dilakukan agar Jembatan Mahakam I benar-benar menjadi fasilitas publik yang aman, nyaman, dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh pengguna,” pungkasnya.
Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri


















Users Today : 609
Total Users : 1332462
Views Today : 1811
Total views : 6461444