Teks foto: Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat Diwawancarai Awak Media
Infobenua.com.Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berkomitmen memperkuat mekanisme Program GratisPol agar mahasiswa tidak lagi menghadapi masalah harus menalangi Uang Kuliah Tunggal (UKT) di awal semester.
Kebijakan ini menjadi respons atas keluhan yang muncul akibat keterlambatan administrasi dan pencairan anggaran sebelumnya.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menjelaskan bahwa permasalahan terjadi karena ketidaksinkronan waktu antara jadwal kampus dan proses pencairan anggaran pemerintah.
Saat mahasiswa harus membayar SPP, Surat Keputusan (SK) dari pemerintah pusat belum terbit, sementara anggaran GratisPol masih menunggu perubahan APBD.
“Kampus harus menarik SPP, tetapi anggaran kami belum bisa dicairkan. Hal ini menjadi evaluasi penting supaya tidak terulang,” jelas Seno di Samarinda, Kamis (20/11/2025).
Sebagai langkah perbaikan, Pemprov menyiapkan anggaran GratisPol untuk tahun 2026 lebih awal. Hal ini memastikan pencairan UKT tidak lagi tertunda.
Mahasiswa yang sempat menalangi biaya kuliah akan menerima pengembalian dana langsung ke rekening masing-masing, sehingga tidak ada yang dirugikan.
Selain itu, percepatan verifikasi kampus swasta menjadi fokus. Tim Pengelola Pendidikan GratisPol (TP2G) menargetkan seluruh perguruan tinggi swasta selesai diverifikasi sebelum akhir November 2024.
“Hingga kini 60–70 persen kampus swasta sudah diverifikasi dan proses sisanya berjalan sesuai rencana,” tambahnya.
Diskusi perbaikan mekanisme ini turut dihadiri anggota DPRD Kaltim Komisi IV, Darlis Pattalongi, bersama pegiat media dan akademisi yang memberikan masukan.
Seno menekankan bahwa masukan tersebut penting untuk menyempurnakan implementasi program agar berjalan lebih stabil di tahun-tahun mendatang.
Dengan langkah ini, Pemprov Kaltim memastikan mahasiswa dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa hambatan finansial atau administratif.
“Dan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap program GratisPol sebagai inovasi pendidikan yang transparan dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Penulis : Frida | Editor: Eka Mandiri


















Users Today : 1326
Total Users : 1269976
Views Today : 4009
Total views : 6287208