InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Pemdes Diminta Responsif, DPRD Kukar Soroti Penataan Lahan yang Tak Kunjung Tuntas

by Eka Mandiri
Kamis, 20 November 2025, 1:44
in Advertorial, DPRD KUKAR, Kukar
Bagikan

Foto: Anggota DPRD Kukar, Budi Fahmi.

INFOBENUA. COM, KUKAR – Proses penataan lahan yang berlarut-larut kembali menuai kritik dari Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Budi Fahmi.

Menurutnya, sejumlah persoalan agraria yang dilaporkan masyarakat seharusnya bisa diselesaikan lebih cepat apabila pemerintah desa, kecamatan, dan perangkat teknis bekerja selaras.

Fahmi menyampaikan bahwa laporan masyarakat mengenai tumpang tindih lahan dan batas wilayah bukanlah hal baru. Namun, penyelesaiannya yang tidak juga tuntas membuat warga merasa cemas dan tidak memiliki kepastian dalam mengelola tanah mereka.

“Kita tidak ingin masyarakat bingung terus. Masalah lahan ini harusnya cepat selesai kalau semua pihak serius menanganinya,” ujarnya. Kamis (20/11/2025).

Ia menilai bahwa keterlambatan sering terjadi karena kurangnya komunikasi antara pemerintah desa dengan pihak kecamatan. Banyak laporan yang menurutnya tidak diteruskan dengan jelas, sehingga masyarakat harus berulang kali datang untuk memastikan progres pengurusan.

Fahmi menekankan bahwa aparat pemerintah desa perlu lebih aktif melakukan verifikasi lapangan. Menurutnya, penyelesaian konflik lahan tidak bisa hanya mengandalkan administrasi di atas meja.

“Kalau ada masalah batas, turun ke lokasi. Ajak warga, ajak BPN. Jangan tunggu sampai memanas,” tambahnya.

Menurut Fahmi, ketidakpastian lahan bisa berdampak luas pada perencanaan pembangunan desa. Mulai dari akses jalan, fasilitas umum, hingga program bantuan pertanian, semuanya membutuhkan kejelasan status lahan.

Ia menegaskan bahwa DPRD siap memfasilitasi dialog antar-pihak apabila diperlukan. Namun ia berharap pemerintah desa dapat menuntaskan masalah di tingkat awal sebelum berujung menjadi konflik yang lebih besar.

Fahmi pun meminta agar perangkat desa tidak ragu meminta pendampingan teknis apabila merasa kesulitan dalam mengelola administrasi pertanahan. Baginya, pelayanan publik yang jelas dan transparan adalah hak warga.

“Kepastian lahan itu penting. Jangan sampai masyarakat jadi korban ketidakberesan administrasi,” tutupnya. (Adv/Rd)

Views Count: 0

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1535191
Users Today : 1617
Total Users : 1535191
Views Today : 3516
Total views : 6990839
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com