Foto : Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan,
Infobenua.com, Samarinda – Pemadaman listrik yang berulang di sejumlah wilayah Kalimantan Timur mendorong DPRD Kaltim meminta PLN membuka data penyebab gangguan dan kondisi sistem kelistrikan.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, mengatakan pembahasan tersebut diperlukan untuk memastikan persoalan pemadaman berdasarkan data teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Pihak PLN dianggap belum menyampaikan penjelasan secara jelas terkait persoalan teknis di lapangan,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor Fraksi PKS DPRD Kaltim, Senin (7/9/2026).
Menurut Agusriansyah, DPRD perlu mengetahui apakah pemadaman terjadi akibat gangguan atau perbaikan yang bersifat insidental, atau justru berkaitan dengan pembenahan sistem kelistrikan secara menyeluruh.
Karena itu, PLN diminta membuka sejumlah data dalam pembahasan, mulai dari log pemadaman, daya mampu, beban puncak, cadangan daya, indikator keandalan, hingga data kompensasi bagi pelanggan.
“Keterbukaan informasi dari pihak terkait apakah pemadaman yang terjadi murni karena perbaikan insidental atau bagian dari perbaikan menyeluruh seperti penyempurnaan Blok Mahakam atau integrasi jalur kelistrikan dari wilayah utara, Samarinda, Balikpapan, dan daerah lainnya,” imbuhnya.
Agusriansyah mengatakan data tersebut penting untuk memberikan gambaran mengenai kondisi pasokan listrik di Kaltim. Masyarakat juga perlu mengetahui penyebab gangguan dan langkah yang dilakukan PLN untuk meningkatkan keandalan sistem.
Ia juga mendorong Komisi II menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PLN dan pihak terkait paling lambat 14 hari kerja.
“RDP tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif. Pembahasan itu tidak dimaksudkan untuk mengambil alih kewenangan PLN dalam mengelola operasional kelistrikan,” tegasnya.
Melalui RDP, DPRD berharap PLN dapat memberikan penjelasan yang lebih terbuka mengenai pemadaman yang terjadi.
“Hasil pembahasan juga diharapkan mendorong perbaikan agar gangguan listrik tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas masyarakat,” tandasnya.
penulis : Nurfa | Editor: Redaksi



















Users Today : 648
Total Users : 1473095
Views Today : 1445
Total views : 6865108