Foto : Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial 2025.
INFOBENUA.COM, KUKAR – Sebanyak 99 guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kutai Kartanegara mengikuti pelatihan pengenalan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) sebagai bagian dari penguatan kapasitas pendidik di era digital.
Pelatihan ini digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan.
Langkah ini merupakan respon terhadap kebutuhan pembelajaran abad ke-21 yang makin menuntut integrasi teknologi dalam proses belajar-mengajar.
Para guru tak hanya diperkenalkan dengan dasar-dasar logika pemrograman, tetapi juga strategi penerapan KA secara kontekstual di ruang kelas.
Pelatihan berlangsung secara hibrida menggabungkan tatap muka di wilayah prioritas dengan modul daring agar menjangkau sekolah dengan kebutuhan teknis yang beragam.
Dana pelaksanaan berasal dari BOSP Kinerja dan Reguler, menyesuaikan kriteria masing-masing sekolah penerima.
Peserta juga mendapatkan bekal pengembangan kurikulum digital serta metode integrasi coding dalam pelajaran tematik.
Harapannya, para guru mampu meneruskan ilmu yang diperoleh kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing, serta memberi warna baru dalam pembelajaran siswa.
Kepala Bidang Pendidikan SD Disdikbud Kukar, Ahmad Nurkhalis, menyebut pelatihan ini sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang tengah didorong pemerintah pusat. Kukar, kata dia, siap menjadi bagian dari gerakan nasional menuju ekosistem pendidikan yang adaptif dan inovatif.
“Dengan kompetensi digital yang terus diperkuat, guru kita di Kukar tidak hanya siap mengajar, tapi juga siap mendampingi siswa menghadapi masa depan yang serba teknologi,” ujarnya, Rabu (9/7/2025).
Di luar pelatihan teknis, inisiatif ini juga mendorong lahirnya komunitas belajar guru berbasis teknologi di tiap daerah. Melalui jejaring ini, kolaborasi lintas sekolah bisa terus tumbuh dan memperkaya praktik baik di lapangan.
Transformasi pendidikan digital, khususnya di jenjang dasar, dinilai sebagai langkah krusial. Sebab, masa depan anak-anak Indonesia akan sangat ditentukan oleh sejauh mana pendidiknya siap beradaptasi.
“Kita tidak bisa lagi menunggu. Kompetensi digital bukan pilihan, tapi keharusan,” tutup Nurkhalis. (Adv)
penulis farit editor Eka mandiri








Users Today : 511
Total Users : 1540704
Views Today : 898
Total views : 7004043