Infobenua.com, BALIKPAPAN – Latihan Kader Bela Negara bagi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan komunitas tingkat pratama Tahun Anggaran 2026 resmi ditutup di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (5/11/2026).
Penutupan kegiatan yang diikuti 320 peserta tersebut dipimpin Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan, S.Sos., M.I.P., di Aula Ahmad Yani 600/Modang, Balikpapan.
Meski diguyur hujan, upacara penutupan tetap berlangsung khidmat. Sejumlah pejabat TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur terkait turut menghadiri kegiatan tersebut.
Di antaranya Kapus Bacadnas Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, S.I.P., M.Han., Kabid Lingmas Bela Negara Puscadnas/Bacadnas Kemhan RI Kolonel Inf. Ruddy Hermawan, S.H., S.I.P., dan Kasiter Korem 091/Aji Surya Natakesuma Kolonel Inf. Aat Supriatna.
Dalam amanatnya, Andy Setyawan menyampaikan bahwa pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter dan kesadaran bela negara di tengah masyarakat.
Ia mengapresiasi antusiasme 320 peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat dan telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.
Menurut Andy, meskipun berlangsung dalam waktu relatif singkat, pelatihan tersebut memiliki arti penting dalam membentuk karakter warga negara yang cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila, rela berkorban, serta memiliki kemampuan awal bela negara.
Ia berharap seluruh materi yang diberikan para pengajar dan pelatih dapat menjadi bekal bagi peserta untuk membangun sikap mental, kedisiplinan, dan karakter kebangsaan.
Para peserta juga diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai bela negara secara teori, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Saudara sekalian telah menjadi Kader Bela Negara yang mempunyai peran penting dalam menyebarluaskan nilai dasar Bela Negara kepada lingkungan masing-masing,” pesan Andy.
Ia mengingatkan para kader agar terus menjaga komunikasi dan silaturahmi sebagai bagian dari keluarga besar Kader Bela Negara.
Dengan posisi dan pengaruh yang dimiliki di lingkungan masing-masing, para kader diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus agen perubahan dalam memperkuat nasionalisme, persatuan, dan kesatuan bangsa.
Pada kesempatan tersebut, Andy juga mengajak peserta yang berusia di bawah 26 tahun untuk melanjutkan semangat pengabdian melalui jalur kemiliteran.
Peserta yang berminat dan memenuhi persyaratan dipersilakan mengikuti seleksi penerimaan Bintara dan Tamtama TNI Angkatan Darat gelombang I Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, kesempatan tersebut dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengaktualisasikan semangat bela negara, disiplin, patriotisme, dan cinta tanah air melalui pengabdian sebagai prajurit TNI AD.
Sementara itu, Kepala Pusat Bela Negara Brigjen TNI Luhut Marpaung, S.I.P., M.Han., mengapresiasi semangat dan antusiasme 320 peserta selama mengikuti pelatihan.
Ia menegaskan, bela negara merupakan landasan moral dan fundamental bagi setiap warga negara dalam berpikir maupun bertindak, dengan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan.
Luhut juga menjelaskan bahwa penyematan PIN Kader Bela Negara bukan sekadar simbol, melainkan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab bagi peserta untuk menjaga integritas dan berkontribusi dalam gerakan bela negara.
“Tidak harus menjadi tentara, tetapi melalui profesi yang ada sekarang. Mereka menjadi duta bela negara, bagaimana rasa cinta tanah air diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para kader agar tidak terlibat dalam penyebaran berita bohong atau hoaks dan disinformasi.
Sebaliknya, kader bela negara harus mampu menghadirkan informasi yang menyejukkan, mencerdaskan, dan mengedukasi masyarakat.
“Jangan menjadi bagian dari penyebar hoaks dan disinformasi, tetapi kita harus memberikan kesejukan. Lawan hoaks, lawan disinformasi,” tegasnya.
Salah seorang peserta asal Balikpapan, Mega Ardianty Rakmani, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman selama mengikuti pelatihan tersebut.
Ia mengatakan, berbagai materi yang diberikan menjadi bekal untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air dan menyosialisasikan semangat nasionalisme kepada masyarakat.
Menurut Mega, meskipun berlangsung singkat, pelatihan tersebut memberikan pengalaman berharga karena mempertemukannya dengan peserta dari berbagai latar belakang.
Ia berharap komunikasi dan hubungan antarkader tetap terjalin meskipun kegiatan telah berakhir.
Dengan demikian, semangat bela negara tidak berhenti setelah pelatihan, tetapi terus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.[]
Penulis::Irwanto sianturi








Users Today : 1830
Total Users : 1603138
Views Today : 3091
Total views : 7120650