InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Pekan Budaya Borneo 2026 Resmi Dibuka di Balikpapan, Hadirkan Maestro dan Penjaga Tradisi Nusantara

by Irwan Balikpapan
Sabtu, 7 November 2026, 1:11
in Balikpapan
Bagikan

Infobenua.com, BALIKPAPAN – Pekan Budaya Borneo 2026 resmi dibuka di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (6/11/2026) malam. Mengusung tema “Jejak Maestro: Merawat Simpul Para Penjaga Tradisi”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan para maestro, seniman, komunitas budaya, dan generasi muda untuk memperkuat pelestarian warisan budaya Nusantara.

Kegiatan yang berlangsung pada 4–8 November 2026 tersebut diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kalimantan Timur, dengan Taman Bekapai sebagai pusat kegiatan.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan ( BPK) Wilayah XIV Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Titit Lestari. S.Si.MP

Kepala BPK Wilayah XIV Kalimantan Timur, Titit Lestari S. Si. MP. mengatakan pemilihan Balikpapan sebagai lokasi penyelenggaraan didasarkan pada karakter kota yang multikultural. Kondisi tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk mempertemukan berbagai ekspresi budaya dari seluruh Indonesia, tanpa mengesampingkan kebudayaan asli Kalimantan Timur.

“Balikpapan merupakan kota multikultural. Karena itu, kami ingin mengakomodasi berbagai budaya yang ada di Kalimantan Timur. Kaltim ini adalah Nusantara, sehingga kami ingin menampilkan kebudayaan dari berbagai daerah, tetapi tetap mengutamakan kebudayaan asli Kalimantan Timur,” ujarnya.

Menurutnya, Pekan Budaya Borneo tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap para maestro yang selama ini menjaga dan mewariskan tradisi.

Sejumlah warisan budaya tak benda Indonesia dari Kalimantan Timur ditampilkan langsung oleh para maestro, di antaranya Besoyong, Belian, dan berbagai kesenian tradisional lainnya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang publik sebagai bentuk penghargaan kepada para maestro dan penjaga tradisi. Mereka inilah yang memiliki pengetahuan dan keterampilan budaya untuk diwariskan kepada generasi berikutnya,” jelasnya.

Lestari menambahkan, salah satu tujuan utama kegiatan tersebut adalah memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda agar mereka tidak hanya mengenal tradisi, tetapi juga terhubung langsung dengan para maestro.

Dengan demikian, proses pewarisan budaya dapat berlangsung secara berkelanjutan dan generasi muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan serta memanfaatkan kekayaan budaya daerah.

Maestro dan Keberagaman Budaya Nusantara

Pekan Budaya Borneo 2026 menghadirkan sejumlah maestro dan pelaku seni tradisi, di antaranya Suwis Santoso melalui Besoyong, Didik Nini Thowok melalui seni tari topeng, serta Alif Fakod dengan pertunjukan musik tradisional Sape’.

Rangkaian pertunjukan juga menampilkan beragam warisan budaya, seperti musik Sapeq, Belian Seba Sebi, Buto Kolosal, dan berbagai ekspresi seni tradisional lainnya.

Pada 7 November 2026, masyarakat dapat menyaksikan beragam pertunjukan, di antaranya Tari Topeng Penembe oleh Aji Maya Melati, Tari Gantar, Tari Saman, Jepin Tempurung, Tari Piring, Kuda Lumping, Bantengan, Wushu, hingga Barongsai.

Ragam pertunjukan tersebut menggambarkan keberagaman budaya yang hidup dan berkembang di Kalimantan Timur serta berbagai daerah di Nusantara.

Maestro Mengajar, Wariskan Musik Tradisional Tingkilan

Selain pertunjukan seni, salah satu agenda utama Pekan Budaya Borneo 2026 adalah program Maestro Mengajar yang berfokus pada pelestarian musik tradisional Tingkilan.

Kegiatan yang berlangsung pada 4–6 November 2026 tersebut menghadirkan Busu Saipul dan Mbo’ Juita untuk berbagi pengetahuan serta keterampilan kepada generasi muda melalui pembelajaran secara langsung.

Peserta diajak mengenal teknik, karakteristik, serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam musik Tingkilan.

Melalui metode pembelajaran tersebut, proses pewarisan pengetahuan tidak hanya dilakukan melalui dokumentasi, tetapi juga praktik langsung bersama para maestro.

Jejak Rasa Nusantara Libatkan 30 Paguyuban

Keberagaman budaya juga diperkenalkan melalui kegiatan Jejak Rasa Nusantara yang melibatkan 30 paguyuban dari berbagai suku di Indonesia.

Dalam kegiatan ini, kuliner tradisional diperkenalkan bukan sekadar sebagai sajian makanan, melainkan bagian dari warisan pengetahuan dan identitas budaya masyarakat.

Mulai dari pemilihan bahan pangan, teknik pengolahan, cara penyajian, hingga nilai-nilai budaya yang melekat pada setiap hidangan menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung.

Selain itu, kegiatan live cooking menghadirkan para chef dari asosiasi chef Indonesia di Balikpapan untuk memperagakan proses pengolahan kuliner tradisional Kalimantan Timur.

Ronggeng Masal Ajak Masyarakat Menari Bersama

Agenda lainnya adalah Tari Ronggeng Masal yang mengajak masyarakat terlibat langsung dalam pertunjukan budaya.

Berbeda dengan pertunjukan tari pada umumnya yang hanya disaksikan dari depan panggung, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk ikut menari dan merasakan tradisi sebagai pengalaman bersama.

Melalui gerakan yang sederhana dan terbuka, Ronggeng Masal diharapkan mampu memperkuat kebersamaan sekaligus memperkenalkan seni tradisional kepada masyarakat luas.

Kalimantan Culture Carnival Digelar 8 November

Rangkaian Pekan Budaya Borneo 2026 akan ditutup melalui Kalimantan Culture Carnival pada 8 November 2026.

Karnaval tersebut menampilkan kreativitas peserta melalui busana, musik, gerak, dan berbagai pertunjukan budaya. Kegiatan dijadwalkan berlangsung di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dengan titik akhir di Taman Bekapai.

Karnaval ini menjadi salah satu ruang ekspresi bagi masyarakat dan komunitas budaya untuk merayakan keberagaman melalui penampilan seni dan kreativitas.

Pekan Budaya Borneo Direncanakan Digelar Setiap Tahun

Lestari menyampaikan, Pekan Budaya Borneo direncanakan menjadi agenda tahunan. Tahun 2026 merupakan tahun kedua penyelenggaraan kegiatan tersebut di Balikpapan.

Ia berharap dukungan masyarakat Kalimantan Timur terus menguat agar berbagai program pemajuan kebudayaan dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Kami berharap masyarakat Kalimantan Timur selalu mendukung program-program kebudayaan yang ada di sekitar kita. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal serta mencintai budaya daerah,” ungkapnya.

Melalui Pekan Budaya Borneo 2026, pelestarian kebudayaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan festival semata. Lebih dari itu, pengetahuan para maestro dapat diwariskan, dipelajari, dan dikembangkan oleh generasi penerus.

Sebab, kebudayaan tidak cukup hanya dirayakan. Kebudayaan harus terus dipelajari, dipraktikkan, dijaga, dan diwariskan.[]

Penulis : Irwanto Sianturi

Views Count: 40

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1609474
Users Today : 1644
Total Users : 1609474
Views Today : 3131
Total views : 7131874
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com