INFOBENUA.COM.SAMARINDA – Sejumlah tokoh masyarakat, akademisi dan jajaran Pemprov Kaltim membedah peluang dan tantangan sektor ketenagakerjaan dalam menghadapi perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, dalam bingkai Diskusi Panel di Hotel Mesra Samarinda, Selasa (21/6/2022).
Tokoh Masyarakat Irianto Lambrie mengatakan masyarakat Kaltim sebenarnya harus banyak bersyukur dibanding warga di luar Kaltim. Sebab, hadirnya IKN di Bumi Etam ini merupakan sebuah anugerah yang harus disambut dengan kesiapan yang matang.
“Jangan sampai ketinggalan. Kalau momentum kita ketinggalan, jangan menyesal nanti,” kata dia.
Masyarakat Indonesia di Kaltim yang mencakup seluruh suku, dan budaya yang berhak dalam keberpihakan dalam sektor ketenagakerjaan tentu warga lokal yang sudah ratusan tahun hidup dan berkembang di sini.
“Berhak berbicara untuk memperjuangkan ini, dan tentu harus ada keberpihakan untuk mereka,” jelasnya.
Modal dari masyarakat Kaltim yakni hanya keberanian, kejujuran, dan niat tulus untuk membuat Kaltim menjadi lebih baik. Peluang kesempatan yang ada di IKN pun bisa direbut
Ia mengaku daya saing harus ditingkatkan, baik individu maupun kelompok. Sebagai warga lokal pun harus menginstropeksi diri juga, jangan hanya tau menuntut saja.
Tahap saat ini yaitu konstruksi pembangunan. Karenanya tenaga kerja terampil yang perlu disiapkan dengan sertifikasi. Misal dalam konstruksi pembangunan jalan, bagunan maupun jembatan.
Menurutnya, masyarakat Kaltim harus memiliki sikap mental yang lebih baik dalam menyikapi persaingan dalam dunia kerja. “Jangan nanti malah malas-malasan bersaing. Jadi itu bisa dirubah,” ungkap Mantan Gubernur Kalimantan Utara ini.
Ia mencontohkan Provinsi Kaltara sejatinya dipersiapkan dengan waktu yang cukup singkat yakni hanya dua tahun dengan biaya yang tak banyak. Namun, ternyata dapat selesai dikerjakan.
“Asal kita kerja. Harus ada keberpihakan anggaran, anggaran yang khusus. Kalau perlu SKPD lain ditunda dulu pekerjaannya. MisalNUA anggaran di PUPR dilimpahkan terlebih dahulu ke Disperindagkop, pertanian, atau lainnya. Ini tidak sporadis tapi terencana,” ungkapnya.
Akademisi Universitas Mulawarman Abdullah Karim mengatakan dalam menghadapi IKN perlu memperbaiki sektor pendidikan vokasional, berupa bersertifikasi, beasiswa, pelatihan softskill. Selain itu, perbaikan sektor kesehatan, dalam hal pola hidup sehat dan obat obat terlarang. Juga perlu memberikan inovasi guna menciptakan lapangan pekerjaan sumber daya manusia berkualitas.
Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo menyampaikan harus ada kebijakan afirmatif untuk memberikan peluang kepada masyarakat lokal agar terlibat dalam pembangunan IKN.
Dirinya mengaku sejak ditetapkannya Kepala Otorita hingga saat ini belum pernah melakukan pertemuan dengan DPRD. Karenanya DPRD akan segera bersurat untuk bertemu.
Penulis: Ahmadi,(Advetorial Diskominfo Kaltim)



















Users Today : 407
Total Users : 1456877
Views Today : 1324
Total views : 6826653