InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Naik Bus di Pinggir Jalan Masih Diminati Warga Samarinda

by Eka Mandiri
Jumat, 20 Maret 2026, 5:12
in Berita, Samarinda
Bagikan

Ket foto: Terminal bayangan di Jalan APT Pranoto.

Infobenua.com Samarinda – Keberadaan terminal tidak resmi di kawasan Sungai Kunjang, Samarinda, masih menjadi tantangan dalam penataan transportasi darat.

Sejumlah calon penumpang hingga kini tetap memilih naik bus dari pinggir jalan atau titik-titik tertentu di luar terminal resmi karena dinilai lebih praktis.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fungsi terminal sebagai pusat keberangkatan belum sepenuhnya berjalan efektif.

Selain dipengaruhi kebiasaan masyarakat, ada sejumlah faktor lain yang membuat minat untuk masuk ke area terminal masih tergolong rendah.

Koordinator Terminal Sungai Kunjang, Eko Novianto, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama adalah anggapan masyarakat terkait adanya pungutan biaya saat memasuki terminal.

“Sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa terdapat kewajiban membayar retribusi ketika masuk ke dalam kawasan terminal. Persepsi tersebut menyebabkan mereka lebih memilih menunggu kendaraan di luar,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).

Ia menambahkan, keterbatasan transportasi penghubung menuju terminal juga menjadi kendala yang cukup signifikan. Minimnya angkutan lanjutan membuat masyarakat lebih memilih cara yang dianggap cepat, seperti menggunakan ojek daring atau langsung menunggu bus di luar area terminal.

“Layanan transportasi menuju terminal belum tersedia secara optimal, sehingga masyarakat cenderung mencari alternatif yang lebih mudah dijangkau,” jelasnya.

Selain persoalan akses, kondisi fasilitas di dalam terminal turut memengaruhi kenyamanan pengguna.
Ruang tunggu yang masih sederhana serta lingkungan yang belum sepenuhnya tertata menjadi faktor lain yang membuat masyarakat enggan memanfaatkan terminal.

Menurut Eko, kondisi tersebut berbeda dengan terminal di sejumlah daerah lain yang telah mengalami revitalisasi dan dilengkapi fasilitas memadai, sehingga mampu menarik lebih banyak penumpang.

“Terminal yang telah direvitalisasi umumnya memiliki tingkat kunjungan yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas sarana dan prasarana sangat memengaruhi minat masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa rencana pembenahan Terminal Sungai Kunjang sebenarnya sudah disusun. Namun, hingga kini realisasinya masih tertunda karena sejumlah kendala, termasuk keterbatasan anggaran.

“Rencana perbaikan sudah ada, tetapi pelaksanaannya belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena berbagai hambatan,” katanya.

Ke depan, pengelola berharap adanya dukungan pemerintah untuk meningkatkan kualitas fasilitas sekaligus penataan kawasan terminal. Dengan demikian, terminal diharapkan dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai pusat aktivitas transportasi yang tertib dan nyaman.

“Apabila fasilitas ditingkatkan dan kawasan terminal ditata dengan baik, kami berharap masyarakat dapat kembali memanfaatkan terminal sebagai titik keberangkatan utama yang aman dan nyaman,” pungkasnya.

Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri

Views Count: 4

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1589102
Users Today : 203
Total Users : 1589102
Views Today : 301
Total views : 7097965
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com