InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Modi-Putin Bertemu di Tengah Perubahan Hubungan India-Rusia dan Tekanan AS

by Hery Kuswoyo
Selasa, 1 September 2026, 20:06
in Internasional
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri pertemuan di New Delhi, India, 5 Desember 2025

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri pertemuan di New Delhi, India, 5 Desember 2025

Bagikan

Infobenua.com, Bishkek — Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu di Bishkek, Kirgizstan, di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO). Pertemuan tersebut berlangsung ketika hubungan India-Rusia menghadapi perubahan akibat perang Ukraina, gejolak energi global, serta tekanan Amerika Serikat terhadap New Delhi terkait pembelian minyak Rusia.

SCO kerap dipandang sebagai salah satu wadah yang dapat menyeimbangkan dominasi Amerika Serikat. Namun, India selama ini berupaya mencegah organisasi tersebut berkembang menjadi blok yang secara terbuka berseberangan dengan negara-negara Barat.

Pendekatan tersebut sejalan dengan strategi India mempertahankan hubungan dengan berbagai kekuatan besar, termasuk negara-negara yang memiliki kepentingan yang saling bertentangan.

Mantan Duta Besar India untuk AS Meera Shankar mengatakan hubungan strategis New Delhi dengan Moskwa tidak dibangun untuk menghadapi Washington.

“India memiliki hubungan strategis jangka panjang dengan Rusia. Hubungan ini tidak ditujukan untuk melawan negara mana pun, melainkan untuk membantu India mencapai kepentingan nasionalnya,” kata Shankar.

Minyak Rusia Jadi Titik Tegang dengan AS

Energi menjadi salah satu sektor yang mengalami perubahan paling besar dalam hubungan India-Rusia sejak Moskwa melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022. Sebelum perang, Rusia hanya menyumbang sebagian kecil kebutuhan minyak mentah India. Namun, penawaran minyak Rusia dengan harga diskon membuat impor India dari Moskwa meningkat tajam dan menjadikan Rusia salah satu pemasok utama energi bagi New Delhi.

Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu sumber ketegangan dalam hubungan India dan Amerika Serikat. Washington mendesak India mengurangi pembelian minyak Rusia, sementara New Delhi menilai akses terhadap energi yang stabil dan terjangkau merupakan bagian dari kepentingan nasionalnya.

Tekanan tersebut semakin kompleks akibat gangguan pasokan energi global. Perang AS-Israel melawan Iran dan terganggunya pelayaran melalui Selat Hormuz telah memengaruhi pembelian energi India dari negara-negara Teluk sekaligus mendorong kenaikan harga.

India merespons situasi tersebut dengan memperluas sumber pasokan, termasuk dari Rusia dan Amerika Serikat.

“Dalam jangka panjang, transisi menuju ekonomi yang tidak bergantung pada bahan bakar fosil akan memperkuat kemandirian energi India. Namun, hal ini tidak akan terjadi dalam waktu singkat,” tambah Shankar.

Menurut Shankar, sampai transisi tersebut terealisasi, New Delhi akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga pasokan energi dan melindungi masyarakat dari dampak gejolak harga.

Ketergantungan Pertahanan Mulai Berkurang

Pertahanan tetap menjadi salah satu fondasi hubungan India-Rusia. Namun, India secara bertahap mengurangi ketergantungannya terhadap persenjataan dan perlengkapan militer Rusia.

Perang Ukraina memunculkan persoalan mengenai kapasitas produksi Rusia, waktu pengiriman, serta kemampuan memasok suku cadang. Masalah tersebut penting bagi India karena Rusia selama puluhan tahun menjadi salah satu pemasok utama kebutuhan militernya.

“India tetap menjadi salah satu pembeli senjata Rusia yang tertua dan terbesar, bahkan mungkin pembeli besar terakhirnya,” kata Aravind Yelery, profesor madya di Jawaharlal Nehru University, New Delhi.

“New Delhi semakin enggan berkomitmen pada program jet tempur generasi kelima Rusia dan tidak terlalu berminat membeli peralatan militer Rusia yang baru, kecuali jika dapat dimasukkan ke dalam rencana produksi dalam negeri India,” tambahnya.

India kini memperluas sumber pengadaan persenjataan ke negara lain. Namun, langkah tersebut tidak serta-merta mengakhiri kerja sama pertahanan dengan Moskwa.

Sebaliknya, New Delhi menginginkan kerja sama pertahanan dengan Rusia turut memperkuat industri militer domestiknya, bukan sekadar menjadikan India sebagai pembeli sistem persenjataan siap pakai.

Kedekatan Rusia-Cina Ubah Perhitungan India

Perubahan lain yang memengaruhi hubungan India-Rusia adalah semakin eratnya hubungan Moskwa dengan Beijing.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Cina menjadi semakin penting bagi perekonomian Rusia sebagai pasar, pemasok, dan mitra ekonomi. Kondisi tersebut mengurangi kemampuan Rusia untuk memainkan peran sebagai kekuatan yang dapat membantu India mengimbangi pengaruh Cina. Yelery membedakan karakter hubungan Rusia dengan kedua negara tersebut.

“Secara strategis, hubungan Rusia dengan Cina pada dasarnya tetap bersifat transaksional, sebuah ketergantungan yang tidak mampu dikorbankan Rusia. Sementara itu, hubungan Rusia dengan India didasarkan pada kemitraan,” katanya.

India tetap memiliki sejumlah kepentingan untuk mempertahankan hubungan dengan Rusia, termasuk energi, pertahanan, perdagangan, akses pasar, teknologi, dan hubungan politik yang telah terbentuk selama puluhan tahun. Namun, nilai strategis Rusia bagi New Delhi tidak lagi sama seperti sebelum perang Ukraina.

Pakar strategi C Raja Mohan menilai semakin dekatnya Moskwa dengan Beijing telah mengurangi kemampuan Rusia untuk membantu India menghadapi Cina.

“Rusia tidak lagi berada dalam posisi untuk membantu India mengimbangi Cina,” kata Mohan, profesor studi Amerika di Jindal Global University, kepada DW.

Karena itu, India mulai mengarahkan hubungan dengan Moskwa pada kepentingan yang lebih konkret, seperti keamanan energi, pasokan pertahanan, perdagangan, dan teknologi.

Pada saat yang sama, New Delhi memperluas hubungan strategis dengan Washington dan negara-negara lain, termasuk Prancis dan Israel, terutama di bidang pertahanan dan teknologi.

Mohan menggambarkan strategi tersebut sebagai pendekatan “America plus”, yakni mempertahankan kemitraan dengan Amerika Serikat sembari memperluas hubungan dengan kekuatan besar lainnya.

“India berusaha mengurangi risiko jika kebijakan Amerika berubah-ubah, tetapi tetap menyadari bahwa Washington adalah mitra terpentingnya,” katanya.

Putin Cari Kepastian dari Modi

Pertemuan di Bishkek diperkirakan menjadi kesempatan bagi Putin dan Modi untuk mempertahankan hubungan politik kedua negara di tengah tekanan eksternal. Rajan Kumar, profesor studi Rusia di Jawaharlal Nehru University, menilai Putin membutuhkan kepastian bahwa New Delhi tidak akan menjauh dari Moskwa akibat tekanan Amerika Serikat.

“Presiden Putin membutuhkan jaminan dari Perdana Menteri Modi bahwa India tidak akan meninggalkan Rusia ketika negara itu menghadapi krisis terburuknya sejak dekade 1990-an,” kata Kumar kepada DW.

Ia tidak memperkirakan pertemuan tersebut menghasilkan perubahan besar dalam hubungan bilateral.

“Menurut saya, pertemuan ini lebih membahas kelanjutan hubungan yang sudah ada di tengah tekanan AS,” tambahnya.

Sejumlah isu yang kemungkinan dibahas mencakup perdagangan energi dan mekanisme pembayarannya, upaya meningkatkan ekspor India ke Rusia, kerja sama pertahanan, serta posisi kedua negara terhadap perang Ukraina dan konflik Iran.

Ujian berikutnya akan berlangsung di New Delhi pada September ketika Putin diperkirakan kembali mengunjungi India untuk menghadiri KTT BRICS.

Pertemuan di Bishkek dapat membantu mempertahankan hubungan politik India-Rusia. Namun, pertemuan di New Delhi akan menjadi kesempatan untuk melihat apakah hubungan tersebut mampu menghasilkan kemajuan konkret dalam perdagangan, energi, pertahanan, dan teknologi.

Hubungan bilateral itu kini telah mengalami perubahan mendasar. Energi mengambil peran yang jauh lebih besar, India mulai mengurangi ketergantungannya terhadap persenjataan Rusia, sementara kedekatan Moskwa dengan Beijing telah mengubah posisi Rusia dalam kalkulasi strategis New Delhi.

“Hubungan ini memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar transaksi atau kesepakatan tertentu. Putin tampaknya memahami bahwa India memiliki posisi dan pengaruh strategisnya sendiri, sesuatu yang tidak bisa digantikan hanya oleh besarnya pengaruh Cina terhadap Rusia,” kata Yelery. (*)

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0
Model Bisnis Media Sosial Berbasis Atensi Makin Disorot, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

Model Bisnis Media Sosial Berbasis Atensi Makin Disorot, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

Selasa, 1 September 2026, 20:20
Modi-Putin Bertemu di Tengah Perubahan Hubungan India-Rusia dan Tekanan AS

Modi-Putin Bertemu di Tengah Perubahan Hubungan India-Rusia dan Tekanan AS

Selasa, 1 September 2026, 20:06
AS Undang Rusia Kembali ke G20, Tekanan terhadap Iran Bayangi Agenda Ekonomi

AS Undang Rusia Kembali ke G20, Tekanan terhadap Iran Bayangi Agenda Ekonomi

Selasa, 1 September 2026, 19:44
Deteksi Dini hingga Aspirasi Warga Binaan Rutan Kelas IIB Tanjung Pura laksanakan Kontrol Menyeluruh Branggang dan Blok Hunian

Deteksi Dini hingga Aspirasi Warga Binaan Rutan Kelas IIB Tanjung Pura laksanakan Kontrol Menyeluruh Branggang dan Blok Hunian

Selasa, 1 September 2026, 19:43

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1459545
Users Today : 854
Total Users : 1459545
Views Today : 2364
Total views : 6833763
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com