Ket foto ; Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin.
Infobenua.com Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur kini mengalihkan fokus pada tahap pengadaan peralatan medis setelah pembangunan Gedung Pandurata di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda dinyatakan rampung. Penyediaan alat kesehatan menjadi bagian penting dalam persiapan operasional gedung layanan kesehatan tersebut yang ditargetkan mulai berfungsi pada 2026.
Pembangunan Gedung Pandurata dilaksanakan secara bertahap sejak 2023 dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim. Pada tahap awal, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp110 miliar untuk pembangunan struktur dan fondasi.
Pekerjaan kemudian dilanjutkan pada 2024 dengan tambahan anggaran sekitar Rp140 miliar guna menyelesaikan dinding serta instalasi bangunan.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa saat ini Gedung Pandurata masih berada dalam masa pemeliharaan setelah pekerjaan fisik diselesaikan oleh Dinas PUPR-PERA Kaltim. Seiring dengan itu, proses pengadaan alat kesehatan mulai dilakukan pada awal tahun ini.
“Pengisian alat kesehatan direncanakan dimulai pada Januari, dengan target seluruh kebutuhan sudah tersedia pada Maret,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).
Setelah seluruh peralatan medis tersedia, tahapan berikutnya adalah pemasangan alat di masing-masing ruangan. Dengan skema tersebut, Gedung Pandurata diproyeksikan dapat mulai dioperasikan pada pertengahan 2026.
“Apabila proses pengadaan dan pemasangan berjalan sesuai rencana, operasional gedung ditargetkan dimulai sekitar Mei atau Juni 2026,” katanya.
Ia menegaskan, gedung baru tersebut baru dapat dimanfaatkan secara optimal setelah seluruh alat kesehatan terpasang dan siap digunakan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Selama masa pemeliharaan, pihaknya juga melakukan evaluasi terhadap bangunan untuk memastikan tidak ada bagian yang memerlukan perbaikan lanjutan.
Untuk mendukung operasional Gedung Pandurata, Dinkes Kaltim telah menyiapkan anggaran sebesar Rp150 miliar pada tahun 2026 yang dialokasikan khusus untuk pengadaan peralatan kesehatan.
“Anggaran tersebut mencakup pengadaan berbagai alat medis, termasuk tempat tidur pasien,” pungkasnya.
Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri









Users Today : 1199
Total Users : 1562936
Views Today : 1862
Total views : 7054152