InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Menanam Padi Tertunda akibat Cuaca Panas, Sawit Jadi Tumpuan Warga Mugirahayu

by Eka Mandiri
Jumat, 23 Oktober 2026, 20:16
in Berita, Diskominfo Kutim, Kutim
Bagikan

Foto : Kepala Desa Mugirahayu, Isma Joni

Infobenua.com, KUTIM – Kondisi cuaca panas membuat sebagian warga Desa Mugirahayu, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menunda penanaman padi. Keputusan ini diambil untuk menghindari risiko kerugian apabila tanaman tidak tumbuh optimal akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Kepala Desa Mugirahayu, Isma Joni, mengatakan perubahan kondisi cuaca menjadi salah satu pertimbangan warga sebelum memulai musim tanam. Sebagian masyarakat memilih tidak menanam padi untuk sementara waktu karena khawatir hasil panen tidak sebanding dengan tenaga dan biaya yang dikeluarkan.

“Cuacanya sudah musim panas, jadi banyak warga yang tidak menanam,” ujar Isma Joni, Jumat (23/10/26).

Pilihan tersebut membuat aktivitas pertanian warga untuk sementara lebih banyak diarahkan pada perkebunan yang telah mereka kelola. Masyarakat tetap menjalankan usaha perkebunan sembari mempertimbangkan kondisi yang memungkinkan untuk kembali menanam padi.

Kelapa sawit menjadi salah satu komoditas yang kini memberikan hasil bagi sebagian warga. Sejumlah kebun sudah memasuki masa panen, sementara kebun lainnya masih menunggu tanaman siap menghasilkan.

“Untuk saat ini mereka tidak menanam. Namun, mereka tetap berfokus ke perkebunan, seperti kelapa sawit yang saat ini sudah ada yang banyak panen,” katanya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa cuaca turut memengaruhi keputusan warga dalam menentukan kegiatan usaha tani. Bagi petani, waktu tanam menjadi pertimbangan penting karena berkaitan dengan peluang keberhasilan tanaman dan risiko biaya produksi yang harus ditanggung.

Di Mugirahayu, penundaan tanam padi bukan berarti aktivitas ekonomi masyarakat berhenti. Perkebunan yang sudah berjalan tetap menjadi bagian dari kegiatan warga, terutama bagi mereka yang tanaman kelapa sawitnya mulai menghasilkan.

“Dengan mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum memulai penanaman, warga berupaya mengurangi risiko kegagalan usaha tani. Sementara itu, perkebunan tetap dikelola sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat desa,” jelasnya.(adv/Kutim)

Penulis : Faradita

Views Count: 5

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1556566
Users Today : 1139
Total Users : 1556566
Views Today : 2022
Total views : 7042532
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com