Infobenua.com, Samarinda: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, mengkritik keras lemahnya pengelolaan sampah di Kota Samarinda yang dinilainya turut memperparah bencana banjir. Ia menilai, tumpukan sampah yang menyumbat saluran air menjadi penyebab klasik yang terus berulang tanpa solusi berarti.
“Sampah yang menyumbat parit dan sungai itu bikin air meluap. Tapi sayangnya, belum ada efek jera. Warga masih bebas buang sampah sembarangan tanpa ditindak tegas,” kata Fuad (8/7/2025).
Ia menyoroti kawasan padat penduduk sebagai titik rawan yang luput dari pengawasan. Parit-parit dipenuhi limbah rumah tangga, dan lahan kosong berubah menjadi tempat pembuangan liar. Menurutnya, tanpa pengawasan dan penindakan, kondisi ini hanya akan memburuk.
Fuad mengakui Pemkot Samarinda sudah berupaya, mulai dari menambah armada pengangkut hingga memindahkan lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Namun, langkah tersebut dianggap belum efektif jika tidak dibarengi dengan edukasi dan penegakan hukum yang konsisten.
Salah satu contoh yang disorotnya adalah pemindahan TPS di kawasan Air Putih, Samarinda Ulu, yang sempat dikeluhkan warga karena bau menyengat dan tumpukan sampah yang lama tidak terangkut.
“Pemindahan TPS itu bagus, tapi harus diikuti dengan fasilitas yang layak dan sistem pengangkutan yang rutin. Kalau tidak, nanti malah muncul TPS liar baru,” tegasnya.
Fuad juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia menyebut, pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga memerlukan kesadaran kolektif.
“Tanpa partisipasi warga, sebaik apa pun program pemerintah tidak akan maksimal. Harus ada kerja sama antara pemkot, RT/RW, dan warga,” jelasnya.
Ia mendorong Pemkot Samarinda menyusun regulasi teknis yang lebih tegas, termasuk opsi menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang sanksi bagi pelanggar kebersihan, seperti denda atau sanksi sosial berbasis laporan masyarakat.
“Kalau perlu, buat Perwali. Jangan biarkan pembuang sampah sembarangan terus-menerus mengotori kota tanpa sanksi. Ini soal kebersihan dan kualitas hidup,” tegasnya lagi.
Fuad menutup pernyataannya dengan ajakan untuk menjadikan isu sampah sebagai agenda strategis daerah. Menurutnya, tanpa sistem pengelolaan sampah yang baik, pembangunan Kota Samarinda akan terus dibayangi banjir dan buruknya kualitas lingkungan.
“Kita ingin Samarinda yang bersih dan nyaman. Tapi itu hanya bisa terwujud kalau semua pihak peduli, bukan hanya pemerintah,” pungkasnya.
penulis Frida editor Eka mandiri



















Users Today : 45
Total Users : 1370923
Views Today : 87
Total views : 6627352