InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Lee Jae Myung Tegaskan Aliansi dengan AS, Jepang Soroti Pentingnya Kerja Sama Keamanan

by Hery Kuswoyo
Selasa, 18 Agustus 2026, 19:36
in Internasional
Latihan militer bersama menjadi bagian penting dari kerja sama keamanan Amerika Serikat dengan sejumlah sekutunya di Asia, termasuk Korea Selatan dan Jepang			Foto: Lee Jin-man/AP Photo/picture alliance

Latihan militer bersama menjadi bagian penting dari kerja sama keamanan Amerika Serikat dengan sejumlah sekutunya di Asia, termasuk Korea Selatan dan Jepang Foto: Lee Jin-man/AP Photo/picture alliance

Bagikan

Infobenua.com, Seoul — Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan pentingnya mempertahankan aliansi pertahanan dengan Amerika Serikat (AS) di tengah keputusan Presiden Donald Trump untuk mengurangi latihan militer gabungan kedua negara.

Pernyataan Lee disampaikan dalam rapat kabinet pada Selasa (18/8), dua hari setelah Trump mengumumkan rencana pengurangan latihan militer AS-Korea Selatan. Pada saat yang sama, Trump mengklaim komunikasinya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berlangsung “sangat positif”.

Lee mengatakan posisi Korea Selatan akan semakin kuat apabila aliansi dengan Washington tetap solid.

“Ketika kita membangun kekuatan kita, nilai dan pentingnya kita sebagai sekutu akan semakin besar,” kata Lee.

Sementara itu, Jepang menilai koordinasi keamanan dengan AS dan Korea Selatan tetap menjadi faktor penting bagi stabilitas kawasan Asia Timur.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan kerja sama trilateral tersebut diperlukan ketika lingkungan keamanan Jepang menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

“Ketika Jepang menghadapi lingkungan keamanan paling serius dan kompleks di era pascaperang, kerja sama antara Jepang, Amerika Serikat dan Korea Selatan sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata Koizumi saat berkunjung ke Australia.

Latihan Tetap Berlangsung

Latihan militer gabungan Ulchi Freedom Shield tetap dimulai pada Senin (17/8) sesuai jadwal. Latihan selama 11 hari tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapan militer menghadapi kemungkinan konflik dengan Korea Utara.

Sebelumnya, militer AS dan Korea Selatan menyatakan latihan tahun ini akan memiliki skala yang relatif sama dengan pelaksanaan sebelumnya. Skenario latihan juga memasukkan pengalaman dari konflik terbaru, termasuk keterlibatan pasukan Korea Utara dalam perang Rusia-Ukraina.

Kedua negara selama ini menegaskan bahwa latihan tersebut bersifat defensif. Namun, belum diketahui bagian mana yang akan dikurangi setelah instruksi Trump.

Kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan latihan tersebut tidak dimaksudkan sebagai persiapan untuk menyerang Korea Utara ataupun meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.

Lee juga menegaskan bahwa tujuan latihan bukan menetapkan pihak tertentu sebagai musuh, melainkan memastikan keamanan masyarakat.

“Memperlakukan entitas tertentu sebagai musuh, melainkan melindungi kehidupan sehari-hari masyarakat yang aman dan damai.”

Trump sebelumnya mengaitkan keputusannya dengan sikap Seoul yang tidak bersedia membantu AS dalam operasi militernya terhadap Iran.

“Tunggu sebentar. Kami memiliki 39.000 tentara di sana, menjaga kalian dari Kim Jong Un, tetangga kalian, dan kalian tidak akan membantu kami dalam operasi militer yang sangat mudah di Iran. Itu aneh,” kata Trump.

Trump Kembali Bicara soal Kim Jong Un

Trump pada Senin (17/8) juga mengatakan Kim Jong Un telah merespons pendekatan yang disampaikannya. Ketika ditanya apakah pemimpin Korea Utara tersebut benar-benar memberikan tanggapan, Trump menjawab, “Ya, dia sudah.”

Trump tidak menjelaskan bentuk komunikasi tersebut, tetapi menyebut hubungan keduanya berada dalam kondisi yang “sangat positif”. Ia juga kembali menyampaikan penilaian positif terhadap Kim.

“Saya sebenarnya membuat situasinya jauh lebih aman. Kim Jong Un selalu memperlakukan saya dengan sangat hormat,” kata Trump. “Saya memahami dia. Dia memahami saya.”

Trump dan Kim sebelumnya telah bertemu tiga kali selama periode pertama Trump menjabat sebagai presiden AS. Namun, keduanya belum kembali bertemu sejak Trump kembali ke Gedung Putih.

Seoul berharap hubungan personal antara Trump dan Kim dapat membuka peluang bagi dimulainya kembali dialog antara Washington dan Pyongyang. Meski demikian, Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan belum dapat memastikan apakah komunikasi langsung antara Trump dan Kim benar-benar berlangsung.

“Saluran komunikasi antara kedua pihak memang ada, tetapi kami tidak dapat memverifikasi isi spesifik dari pertukaran tersebut,” kata seorang juru bicara kementerian.

Pyongyang sejauh ini belum memberikan pernyataan publik mengenai perkembangan tersebut. Sebelumnya, Korea Utara mengecam latihan AS-Korea Selatan sebagai tindakan provokatif dan menyatakan akan memberikan respons dengan “tingkat pencegahan baru”.

Kekhawatiran terhadap Komitmen Washington

Keputusan Trump mengurangi latihan gabungan kembali memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi komitmen keamanan AS terhadap sekutunya di Asia Timur.

Washington menempatkan sekitar 28.500 personel militer di Korea Selatan sebagai bagian dari sistem pertahanan negara tersebut sejak Perang Korea 1950–1953. Konflik itu berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai permanen.

Senator Demokrat AS Jack Reed mengkritik keputusan Trump. Menurut dia, perkembangan tersebut dapat diamati secara serius oleh Cina dan Rusia dalam menilai komitmen AS terhadap sekutunya.

Di Korea Selatan, tingkat kepercayaan publik terhadap Washington juga menunjukkan perubahan. Survei JoongAng Ilbo dan East Asia Institute menunjukkan 46,4 persen responden menilai AS sebagai “mitra yang tidak dapat dipercaya”, sedangkan 45,4 persen masih menganggap Washington “dapat dipercaya”.

Hasil tersebut menjadi pertama kalinya sejak pertanyaan itu mulai diajukan pada 2017 ketika proporsi responden yang tidak mempercayai AS lebih tinggi.

Profesor Ewha University Leif-Eric Easley menilai Trump melihat hubungan aliansi terutama dari perspektif keuntungan dan investasi.

“Trump memandang aliansi sebagai investasi yang seharusnya memberikan dividen secara rutin, atau dana cadangan yang bisa ditarik ketika proyek lain tidak berjalan baik,” kata Easley.

Seoul Tetap Bahas Dukungan di Hormuz

Di tengah ketegangan tersebut, Seoul dan Washington masih membahas bentuk kontribusi Korea Selatan untuk membantu upaya pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Pada saat yang sama, AS memindahkan kapal induk USS George Washington dari kawasan Pasifik menuju Timur Tengah. Kapal tersebut dijadwalkan menggantikan USS Lincoln yang telah menjalani penugasan dalam waktu panjang.

Pergerakan tersebut berlangsung ketika sejumlah sekutu AS di kawasan menghadapi tekanan untuk meningkatkan kontribusi dan belanja pertahanan mereka.

Dengan demikian, keputusan Trump mengenai latihan militer bersama tidak serta-merta mengubah pelaksanaan Ulchi Freedom Shield yang telah dimulai. Namun, langkah tersebut menambah perhatian terhadap masa depan aliansi pertahanan AS-Korea Selatan sekaligus dinamika keamanan di Semenanjung Korea. (*)

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0
Penembakan di Sekolah Filipina Tewaskan Dua Siswa, Pelaku Diduga Bunuh Diri

Penembakan di Sekolah Filipina Tewaskan Dua Siswa, Pelaku Diduga Bunuh Diri

Selasa, 18 Agustus 2026, 19:49
Lee Jae Myung Tegaskan Aliansi dengan AS, Jepang Soroti Pentingnya Kerja Sama Keamanan

Lee Jae Myung Tegaskan Aliansi dengan AS, Jepang Soroti Pentingnya Kerja Sama Keamanan

Selasa, 18 Agustus 2026, 19:36
BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, MDR QRIS 0 Persen Diperluas Mulai Oktober 2026

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, MDR QRIS 0 Persen Diperluas Mulai Oktober 2026

Selasa, 18 Agustus 2026, 19:01
Kebakaran Gudang di Pandan Barat, Brimob Kaltim Tuntaskan Proses Pendinginan

Kebakaran Gudang di Pandan Barat, Brimob Kaltim Tuntaskan Proses Pendinginan

Selasa, 18 Agustus 2026, 16:23

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1431530
Users Today : 948
Total Users : 1431530
Views Today : 3607
Total views : 6755889
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com