Teks foto: Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim, Dasmiah.
Infobenua.com.Samarinda – Program Perjalanan Religi dan Rohani Gratis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2026 hanya akan mengakomodasi 14 penerima.
Jumlah itu turun tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 870 orang, menyusul keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dasmiah, mengatakan pengurangan kuota dilakukan setelah pemerintah menyesuaikan pelaksanaan program dengan kemampuan fiskal daerah.
Meski kuotanya berkurang drastis, pemerintah belum berencana menghentikan program tersebut.
“Usulan penambahan kuota akan kembali dibahas dalam penyusunan APBD Perubahan 2026 nanti,” kata Dasmiah.
Menurutnya, pemerintah berharap jumlah penerima masih dapat ditambah, meski belum bisa kembali seperti tahun lalu. Paling tidak, kuota yang tersedia dapat mencapai separuh dari jumlah penerima pada 2025.
Di sisi lain, Dasmiah memastikan program Gratispol di sektor lain tetap berjalan sesuai rencana.
“Program pendidikan gratis mulai jenjang S1 hingga S3, layanan kesehatan gratis, serta bantuan seragam sekolah tetap menjadi prioritas pemerintah pada tahun ini,” tegasnya.
Ia menjelaskan, program perjalanan religi menjadi salah satu yang terdampak karena manfaatnya bersifat lebih spesifik kepada individu.
Berbeda dengan program pendidikan maupun kesehatan yang menjangkau masyarakat dalam jumlah lebih luas.
Meski jumlah penerima menyusut, besaran anggaran yang dialokasikan untuk setiap peserta tidak mengalami perubahan.
Setiap penerima tetap memperoleh fasilitas perjalanan religi dengan nilai sekitar Rp35 juta per orang.
Pemerintah berharap kondisi fiskal daerah membaik sehingga kuota program perjalanan religi dapat kembali ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
“Tahun ini berkurang cukup banyak, sesuai ketersediaan anggaran itu hanya 14 orang. Kami tetap mengupayakan agar program ini tetap berjalan. Kami juga sudah mengajukan usulan agar minimal kuotanya bisa mencapai separuh dari tahun lalu,” demikian Dasmiah.
penulis Frida editor Eka mandiri


















Users Today : 537
Total Users : 1371415
Views Today : 2001
Total views : 6629266