Infobenua.com.Samarinda– Pemerintah pusat meluncurkan program ambisius lewat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan suntikan dana awal sebesar Rp3 miliar untuk setiap unit koperasi. Dana tersebut bersumber dari pinjaman perbankan nasional di bawah Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan wajib dikembalikan dalam tempo enam tahun melalui skema cicilan.
Program ini diharapkan menjadi lokomotif penggerak ekonomi desa. Namun, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono, mengingatkan bahwa besarnya nilai dana harus dibarengi dengan kesiapan koperasi secara menyeluruh, agar tidak justru menimbulkan masalah baru.
“Jangan sampai koperasi ini hanya jadi beban. Legalitas, core bisnis, dan kapasitas SDM harus jelas sejak awal. Ini bukan hibah, ini pinjaman. Salah kelola, bisa repot sendiri,” tegas Sapto (30/6/2025).
Ia menyinggung pengalaman masa lalu soal Dana Desa senilai Rp1 miliar yang pernah menuai masalah karena pengelolaannya tidak matang. Menurutnya, risiko yang dihadapi koperasi Merah Putih bisa lebih besar karena nilainya mencapai tiga kali lipat.
“Jangan sampai semangat membangun desa malah jadi bumerang karena terburu-buru tanpa kesiapan,” tambahnya.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kaltim bergerak cepat menindaklanjuti Keppres Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan target ambisius bahwa seluruh koperasi Merah Putih di Kaltim harus terbentuk sebelum 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.
“Koordinasi dengan notaris sudah berjalan untuk percepatan legalitas. Ini bagian dari komitmen kita menyukseskan program nasional,” ujar Seno Aji.
Langkah ini mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Desa, Ahmad Riza Patria, dan Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, telah turun langsung ke Kaltim pada Mei lalu untuk memberi arahan kepada para kepala desa. Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan program ini secara nasional pada 28 Oktober 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Zulkifli Hasan, bahkan menyebut koperasi ini punya potensi besar menciptakan dua juta lapangan kerja baru di pedesaan. Ia juga mendorong pemanfaatan Belanja Tak Terduga (BTT) sebagai stimulan pembentukan koperasi di tiap daerah.
Menurut Seno, saat ini sudah ada sekitar 400 koperasi desa di Kaltim yang siap bertransformasi menjadi Koperasi Merah Putih. Namun, semua tetap bergantung pada kesiapan administrasi dan profesionalitas pengelola.
“Koperasi bisa menjadi kunci ekonomi desa, tapi harus dimulai dengan pondasi yang kuat dan akuntabel,” tutupnya.
penulis Frida editor Eka mandiri


















Users Today : 304
Total Users : 1371182
Views Today : 927
Total views : 6628192